Podiumnews.com / Aktual / News

Layanan Data Seluler dan IPTV Dimatikan Saat Nyepi

Oleh Editor • 08 Maret 2024 • 19:22:00 WITA

Layanan Data Seluler dan IPTV Dimatikan Saat Nyepi
Kadiskominfos Bali I Gede Pramana. (dok/podiumnews)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Layanan data seluler dan Internet Protocol Television (IPTV) akan dimatikan pada saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946, Senin (11/3/2024).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadisinfonfos) Provinsi Bali Gede Pramana, Jumat (8/3/2024) di Denpasar.

Ia mengatakan bahwa kebijakan ini telah setiap tahun dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Hal ini guna mendukung pelaksanaan Hari Raya Nyepi agar dapat berjalan dengan kondusif, aman dan nyaman.

Keputusan ini diperkuat dengan adanya Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Nomor 2 Tahun 2024 tentang Imbauan Untuk Melaksanakan Seruan Bersama Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Provinsi Bali Tahun 2024 tertanggal 5 Maret 2024.

Selain itu juga Seruan Bersama Majelis-Majelis Agama dan Lembaga Sosial Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1946 tertanggal 2 Februari 2024.

Penonaktifan layanan data seluler dan IPTV ini akan dimulai pada Senin pagi hingga keesokan harinya. “Penyedia atau provider jasa seluler akan mematikan data seluler, IPTV dan seluruh penyedia jasa televisi termasuk radio tidak bersiaran atau mendistribusikan siaran dari hari Senin tanggal 11 Maret 2024 pukul 06.00 WITA sampai dengan hari Selasa tanggal 12 Maret 2024 pukul 06.00 WITA,” kata Gede Pramana.

Di sisi lain, pihaknya menambahkan bahwa layanan pada objek vital seperti layanan rumah sakit, kantor kepolisian, militer, BMKG, BPBD, Basarnas, bandara udara, pemadam kebakaran serta layanan kepentingan umum lainnya yang menurut sifatnya harus tetap berlangsung/tetap beroperasi.

Sementara itu terkait layanan telepon, SMS dan fiber optik tetap dapat digunakan selama Hari Raya Nyepi guna memudahkan masyarakat jika memerlukan layanan khususnya yang bersifat emergensi. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan/atau menangkal hoaks dan konten negatif.

"Saya berharap pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun ini dapat terlaksana dengan kondusif dan aman," ujarnya. (adhi/suteja)