Ngaku Lapar, Malah Pukul Pemotor Lain
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Menahan lapar dari pagi hingga sore belum makan, memang ujian berat bagi Dewa Gede Agus Sudiadnya (35). Apalagi saat itu ia mengendarai sepeda motor, dan buru-buru akan pulang. Tapi apes, situasi jalanan macet hingga membuatnya naik pitam.
Saat terjadi kemacetan di Jalan Hasanuddin, Denpasar, pada Kamis (21/3/2024) sekitar pukul 17.30 WITA, pria asal Pemecutan, Denpasar Barat itu mengendarai motornya zig-zag sembari berteriak meminta pengendara lainnya untuk minggir.
Teriakan pelaku itu disahut oleh korban, I Ketut Wahyu Wijaya (22) yang sama-sama melintas di Jalan Hasanuddin. Tidak terima disahut, pelaku turun dari motornya dan langsung memukul korban hingga bibirnya berdarah.
"Melihat kejadian itu pengendara lainnya berhenti dan berusaha melerai keduanya. Pelaku langsung diamankan petugas Satlantas yang saat itu ada di TKP," ujar Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Gusti Made Agung Ari Herawan, Jumat (22/3/2024) di Denpasar.
Korban yang tak terima dianiaya selanjutnya melapor kepada polisi Selanjutnya, pelaku Dewa Gede Agus Sudiadnya diamankan di TKP untuk dimintai pertanggungjawabanya.
Dipemeriksaan, Gede Agus, pekerja sekuriti itu mengaku dirinya emosi karena lapar akibat sejak pagi belum makan. Dia ingin cepat tiba di rumah.
"Pelaku katanya lapar karena sejak pagi belum makan. Pelaku marah karena terjebak macet hingga meluapkan emosi memukul korban," ungkapnya didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi.
Hingga, kasus ini akhirnya dimediasi oleh petugas di sana hingga keduanya sepakat untuk berdamai. Masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak menempuh jalur hukum. Pernyataan damai secara kekeluargaan itu juga dibuatkan dalam bentuk surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak.
"Pelaku mengaku khilaf dan meminta maaf kepada korban. Sebaliknya korban juga memaafkan pelaku dan sepakat untuk damai secara kekeluargaan. pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa baik kepada korban maupun orang lain," terangnya. (hes/suteja)