GIANYAR, PODIUMNEWS.com - Setelah penantian selama 55 tahun, masyarakat Payangan, Gianyar, kembali menggelar upacara Tawur Tabuh Gentuh. Upacara sakral ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Agung Memungkah, Tawur Tabuh Gentuh, Tawur Pedanan, Padudusan Agung, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Pura Agung Payangan. Gubernur Bali, Wayan Koster, turut hadir dan mengikuti persembahyangan pada Kamis (3/4/2025). Menurut Bendesa Adat setempat, upacara terakhir kali digelar pada tahun 1960. Oleh karena itu, kehadiran upacara ini kembali, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Payangan. Gubernur Koster menyatakan kekagumannya atas semangat masyarakat dalam melestarikan tradisi leluhur. "Suatu kehormatan bagi saya diundang ke sini. Antusiasme warga sangat luar biasa. Jujur, saya terkejut dan kagum mendengar upacara yang sudah puluhan tahun tidak dilaksanakan, kini kembali digelar. Luar biasa, saya sangat mengapresiasi. Inilah kearifan lokal yang diwariskan leluhur kita untuk dilestarikan," ujar Koster. Koster menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali," yang berfokus pada enam sumber kesejahteraan kehidupan (Sad Kerthi). Enam sumber ini meliputi Atma Kerthi (penyucian jiwa), Segara Kerthi (penjagaan laut), Danu Kerthi (penjagaan sumber air), Wana Kerthi (penjagaan hutan), Jana Kerthi (penjagaan manusia), dan Jagat Kerthi (penjagaan alam semesta). Rangkaian upacara ini akan berlangsung dari 1 April hingga 16 April 2025. Koster berharap, upacara ini dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang, sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan budaya Bali, serta untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah. (fathur)