Search

Home / Aktual / Sosial Budaya

Wagub "Nyoman" Hadir, Asal Usul Wanasari Terungkap

Editor   |    03 April 2025    |   22:51:00 WITA

Wagub "Nyoman" Hadir, Asal Usul Wanasari Terungkap
Wagub Giri Prasta didampingi Bupati Sanjaya menghadiri Karya Agung di Pura Desa Wanasari, Tabanan, Rabu (2/4/2024). (foto/fathur)

TABANAN, PODIUMNEWS.com - Suasana sakral mewarnai Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, dan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Khayangan Desa dan Pura Desa Wanasari, Tabanan, pada Rabu (2/4/2024). Kehadiran Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang akrab disapa "Nyoman," menjadi pusat perhatian dalam upacara yang digelar setiap 30 tahun sekali ini.

Wagub "Nyoman" Giri Prasta mengapresiasi semangat gotong royong warga Desa Wanasari dalam mewujudkan Yadnya yang megah ini. "Warga dengan semangat ‘ngromba’ datang, tidak hanya meluangkan waktu dan tenaga, tetapi juga mengeluarkan biaya untuk mewujudkan karya agung ini," ujarnya di hadapan ratusan warga yang hadir.

Asal Usul Wanasari Terungkap

Momen penting lainnya adalah terungkapnya asal usul nama Desa Wanasari. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan bahwa pada zaman kerajaan, desa ini bernama Taman Sari. "Artinya, tempat yang sangat harum, benar-benar ‘mesari’. Hal ini juga tidak terlepas dari semangat warga dalam menjaga adat dan budaya," jelasnya.

Penjelasan ini memberikan wawasan baru tentang asal usul nama Wanasari, yang memiliki makna "hutan yang indah" atau "kebun yang indah". Informasi ini menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Desa Wanasari.

Apresiasi Wagub "Nyoman"

Wagub "Nyoman" Giri Prasta berharap agar sejarah ini terdokumentasi dengan baik dalam prasasti. Ia juga mengapresiasi kualitas sarana upacara yang masih baru dan terawat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya. "Agar Jagat Bali tetap Kerthi dan Rahayu, Pemkab Tabanan pasti memberikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada krama," kata Bupati Sanjaya.

Semangat Gotong Royong

Ketua Panitia Karya, Ida Bagus Putu Artawa, melaporkan tentang semangat gotong royong warga dalam menyiapkan upacara. "Lemah peteng, baik tua, muda, maupun anak-anak bersemangat turun tangan menyiapkan upacara ini. Kami juga urunan setiap bulan sebesar Rp40 ribu per KK," jelasnya.

Dengan kehadiran Wagub "Nyoman" Giri Prasta dan terungkapnya asal usul Wanasari, upacara ini menjadi momen penting dalam melestarikan warisan budaya dan mempererat persatuan masyarakat. (fathur/suteja)


Baca juga: NUSA DUA CIRCLE, Mega Proyek ‘Gagal’. Benarkah Perusahaan dan Orang-Orang yang Terlibat Didalamnya Juga Bermasalah? (BAG: 1)