Search

Home / Aktual / Sosial Budaya

Pelawatan Dipasupati, Sumerta Harap Limpahan Kemakmuran

Dewa Fatur   |    03 April 2025    |   21:08:00 WITA

Pelawatan Dipasupati, Sumerta Harap Limpahan Kemakmuran
Walikota Jaya Negara hadiri Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Ratu Made Sedaya di Pura Dalem Penataran Sumerta, Kamis (3/4/2025). (foto/fathur)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Ratu Made Sedaya di Pura Dalem Penataran Sumerta, Desa Adat Sumerta, Denpasar, menjadi simbol harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, hadir dalam upacara yang berlangsung pada Wraspati Kliwon Warigadean, Kamis (3/4/2024) ini.

Upacara ini dilaksanakan setelah proses perbaikan dan "ngayum busana" (pembuatan pakaian suci) pelawatan Ida Ratu Made Sedaya selesai. Proses ini, yang memakan waktu sejak Januari, menjadi bagian penting dari persiapan upacara yang sakral.

Kelihan Prajuru Penyatusan Abiankapas Ketapian Desa Adat Sumerta, I Made Tirana, menjelaskan bahwa upacara ini adalah wujud "sradha dan bhakti" (keimanan dan pengabdian) krama Desa Adat Sumerta kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Harapannya, upacara ini dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, dan kemakmuran bagi seluruh warga desa.

"Semoga melalui upacara ini, krama Desa Adat Sumerta selalu dalam lindungan Tuhan, dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan," ujar I Made Tirana.

Walikota Jaya Negara menekankan pentingnya upacara ini sebagai momentum untuk meningkatkan "sradha bhakti" kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. "Dengan pelaksanaan upakara ini, mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana," katanya.

Tri Hita Karana, filosofi Bali yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, menjadi landasan upacara ini. Upacara ini bukan sekadar ritual, tetapi juga upaya nyata masyarakat Sumerta dalam membangun kehidupan yang harmonis dan makmur. (fathur)

 


Baca juga: NUSA DUA CIRCLE, Mega Proyek ‘Gagal’. Benarkah Perusahaan dan Orang-Orang yang Terlibat Didalamnya Juga Bermasalah? (BAG: 1)