Sinergi Semu, WNA Overstay Tak Terpantau?
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Sinergi lintas instansi, dari Imigrasi hingga Bhabinkamtibmas, berujung pada penindakan WNA Maroko yang overstay di Padangsambian Klod.
Namun, pertanyaan kritis muncul: mengapa pelanggaran ini baru terendus setelah laporan warga?
Perbekel Padangsambian Klod, I Gede Wijaya Saputra, mengklaim tindakan ini sebagai "komitmen menjaga keamanan."
Namun, fakta bahwa WNA tersebut tinggal melebihi izin tinggal di kos-kosan, tanpa terdeteksi aparat, mengindikasikan lemahnya pengawasan.
"Kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Wijaya Saputra, Jumat (4/4/2025).
Namun, koordinasi ini terkesan reaktif, bukan preventif. Warga resah, lapor, baru bergerak. Lalu, apa fungsi pengawasan rutin yang digembar-gemborkan selama ini?
Keberadaan WNA overstay bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini persoalan kedaulatan negara. Lalu, bagaimana sistem pengawasan keimigrasian bekerja? Apakah sinergi yang melibatkan banyak pihak ini efektif? Ataukah hanya sekadar aksi reaktif, pencitraan semata?
"Langkah ini adalah bentuk komitmen pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah," tegas Wijaya Saputra.
Namun, komitmen ini dipertanyakan. Bagaimana mungkin keamanan wilayah terjaga, jika pelanggaran keimigrasian terjadi di depan mata, tanpa terdeteksi?
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi aparat. Sinergi tanpa pengawasan yang efektif hanyalah formalitas. Aparat harus membuktikan, komitmen mereka bukan sekadar retorika. (fathur)