Mabuk, Pria Timika Bacok Teman di Kantor Ekspedisi Denpasar
Suasana sore di Kantor JNT Ekspedisi, Jalan Pulau Nias, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, berubah menjadi horor pada Senin (21/4) sekitar pukul 16.30 WITA. Dua pria yang diketahui berasal dari Timika, Papua Tengah, terlibat perkelahian sengit yang berujung pembacokan. Gilang Try Anggara (27) menjadi korban dalam insiden tersebut dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar, akibat luka tebasan yang dideritanya. Sementara itu, pelaku, Dem Yoseph Mulait (22), berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Barat beserta barang bukti berupa sebilah pedang panjang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkelahian antara kedua pria yang saling mengenal ini diduga kuat dipicu oleh kondisi pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman beralkohol. Keduanya disebut-sebut telah membuat janji untuk bertemu di lokasi kejadian. Korban Gilang tiba lebih dahulu, disusul oleh Yoseph yang langsung duduk di salah satu kursi.
Namun, gelagat Yoseph yang terlihat jelas sedang mabuk berat membuat Gilang meminta rekannya itu untuk segera pulang. Permintaan tersebut justru memicu emosi Yoseph. Merasa sakit hati karena baru tiba sudah disuruh pergi, Yoseph kemudian berpura-pura meninggalkan lokasi.
Nahas, tak berselang lama, Yoseph secara tiba-tiba menyerang Gilang dari arah belakang, hingga terjadilah perkelahian fisik. Rekan-rekan mereka yang berada di sekitar lokasi berusaha melerai keduanya, dan sempat terjadi kesepakatan damai di antara mereka.
Setelah perkelahian pertama mereda, Yoseph terlihat berdiri di dekat sebuah mobil, sementara Gilang berbincang dengan beberapa saksi, salah satunya adalah Ali, pemilik kantor JNT. Saat itulah, Gilang melihat Yoseph berjalan mondar-mandir menuju arah sebuah warung nasi padang yang tak jauh dari lokasi.
Kewaspadaan muncul dari salah seorang saksi lain, bernama Rusli. Ia melihat gelagat mencurigakan dari Yoseph dan menduga pelaku membawa senjata tajam. "Awas awas dia bawa parang," seru Rusli memperingatkan Gilang.
Sayangnya, peringatan tersebut terlambat disadari oleh korban. Tanpa disangka, Yoseph ternyata mengambil sebilah pedang yang merupakan milik warung nasi padang tersebut. Pelaku terlihat mendekati Gilang dengan niat buruk. Melihat bahaya mengintai, Gilang berusaha menghindar dan duduk di kursi.
Namun, kelincahan korban tak mampu menghindari serangan brutal Yoseph. Saat Gilang duduk, Yoseph kembali membacokkan pedangnya. Secara refleks, Gilang menangkis sabetan tersebut dengan tangan kirinya, mengakibatkan pergelangan tangannya mengalami luka robek yang cukup parah hingga mengeluarkan banyak darah.
Yoseph yang sudah terlanjur dikuasai emosi kembali membabi buta menyerang Gilang. Merasa nyawanya terancam, Gilang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju kamar mandi. Setelah melihat pelaku pergi, Gilang sempat mencoba mengejar, namun usahanya sia-sia. Rekan-rekan Gilang kemudian segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Akibat kejadian tersebut, Gilang mengalami luka robek pada pergelangan tangan kiri, luka gores di samping ketiak, serta rasa sakit di punggung akibat terkena tendangan.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan terkait senjata yang digunakan pelaku. Pedang yang dipakai Yoseph ternyata adalah milik warung nasi padang. Pemilik warung, Handini (25), membenarkan bahwa ia melihat pelaku beberapa kali bolak-balik masuk ke warungnya sebelum akhirnya mengambil pedang yang dipajang di tembok di atas meja kasir. Setelah mengambil pedang, pelaku terlihat pergi ke arah timur. Tak lama kemudian, Handini mendengar suara teriakan dari arah kantor JNT dan melihat pelaku melarikan diri dikejar oleh korban.
Saksi Ali menambahkan, saat tiba di lokasi kejadian, ia tiba-tiba melihat seseorang datang sambil membawa pedang. Pelaku langsung masuk ke dalam kantor dan mengayunkan pedangnya ke arah korban sebanyak tiga kali, hingga mengenai tangan korban. "Korban sempat menangkis menggunakan barang berupa paket printer hingga ada bekas tebasan. Kemudian pelaku kabur ke arah timur ke Jalan Diponegoro Denpasar," jelas Ali kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan terkait kasus penganiayaan tersebut, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat segera melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, pelaku berhasil diringkus di kediamannya yang berlokasi di Jalan Tukad Citarum Blok M nomor 13, Denpasar Selatan, sekitar pukul 22.00 WITA pada hari yang sama.
Fakta menarik lainnya terungkap dalam penangkapan pelaku. Yoseph ternyata melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor curian jenis Honda Beat dengan nomor polisi DK 2845 ADO. Sepeda motor tersebut diketahui milik seorang pria bernama Hotlas Paiyan Sihotang yang tinggal di sebuah kos di Jalan Serma Repot nomor 7, Denpasar. "Usai menebas korban, pelaku berlari keluar dan mengambil 1 unit sepeda motor di Jalan Serma Repot nomor 7, Depan Kantor Desa Dauh Puri Kelod," terang AKP Sukadi.
Dari hasil interogasi, pelaku Yoseph mengakui perbuatannya membacok korban. Ia mengaku kesal dan tidak terima karena disuruh pulang lantaran terlambat datang ke lokasi kejadian. Kondisi pelaku saat kejadian juga dipengaruhi oleh minuman beralkohol. "Pelaku mengaku telah menebas korban dengan senjata pedang karena kesal. Pelaku dalam pengaruh alkohol," tegas AKP Sukadi pada Jumat (25/4/2025).
Saat ini, pelaku Dem Yoseph Mulait telah diamankan di Mapolsek Denpasar Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian masih mendalami motif pasti dari tindakan pelaku dan kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi pembacokan tersebut. Sementara itu, korban Gilang Try Anggara masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah akibat luka-luka yang dideritanya. Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya penyalahgunaan alkohol yang dapat memicu tindakan kriminalitas.