Podiumnews.com / Aktual / Edukasi

Cok Ace Apresiasi Pasraman Budaya SMK Prada Dalung

Oleh Nyoman Sukadana • 26 Februari 2026 • 15:49:00 WITA

Cok Ace Apresiasi Pasraman Budaya SMK Prada Dalung
Aktivitas pasraman budaya siswa SMK Prada Dalung saat Purnama. (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Penglingsir Puri Agung Ubud sekaligus Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali periode 2025–2030, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, mengapresiasi pelaksanaan Pasraman Budaya di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Pariwisata Dalung (SMK Prada), Badung.

Menurut Cok Ace, kegiatan yang rutin digelar setiap purnama tersebut merupakan langkah positif dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) pariwisata Bali yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.

“Saya pikir itu hal yang sangat positif sekali. Pendidikan seperti ini penting untuk membentuk karakter generasi muda Bali,” kata Cok Ace, Sabtu (21/2/2025) di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar.

Setiap bulan purnama, kegiatan belajar mengajar di SMK Prada dihentikan sementara dan diganti dengan aktivitas budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal Bali. Ratusan siswa terlibat dalam berbagai kegiatan seperti dharma kriya atau mejejaitan, dharma gita atau mekidung, seni tari dan tabuh, nyurat lontar, hingga tata busana adat ke pura.

Cok Ace menilai, sebagai krama Bali yang lahir dan besar di Pulau Dewata, generasi muda memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan membangun Bali melalui pelestarian budaya.

“Kita punya kewajiban untuk menjaga dan membangun Bali. Oleh sebab itu kewajiban-kewajiban seperti itu harus kita pikul bersama untuk menjaga Bali,” ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023 itu mengakui saat ini mulai jarang ditemukan sekolah pariwisata yang secara konsisten menjalankan kegiatan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Ia mengingatkan, tanpa penanaman nilai budaya sejak dini, pergeseran karakter generasi muda sangat mungkin terjadi di tengah dinamika globalisasi dan tuntutan industri pariwisata yang semakin kompetitif.

“Saya melihat langsung di beberapa negara, justru kelebihan tenaga kerja Bali itu pada penanaman budi pekerti, etika, dan moralnya. Itu menjadi nilai tambah ketika mereka merantau,” jelasnya.

Menurut Cok Ace, dunia internasional masih membutuhkan tenaga kerja asal Bali karena karakter dan latar belakang budayanya yang kuat. Hal tersebut menjadi pembeda sekaligus keunggulan kompetitif dibanding tenaga kerja dari daerah lain.

SMK Prada merupakan sekolah swasta terakreditasi A yang fokus pada pendidikan vokasi perhotelan dan tata boga. Selain praktik kerja industri dan bimbingan karier internasional, SMK Prada menempatkan budaya Bali sebagai fondasi dalam membentuk lulusan.

Manajemen SMK Prada berkomitmen agar setiap lulusan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menjadi duta budaya Bali saat bekerja di dalam maupun luar negeri. Pasraman Budaya menjadi salah satu strategi untuk memastikan kompetensi berjalan seiring dengan pembentukan karakter.

Dengan pendekatan tersebut, SMK Prada berharap dapat melahirkan SDM pariwisata yang berkualitas, berkarakter, dan tetap menjaga warisan budaya Bali sebagai penopang utama keberlanjutan pariwisata daerah.

(sukadana)