Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Empat Anak Punk Bikin Ribut di Pemecutan Kelod

Oleh Kander Turnip • 04 Mei 2026 • 22:26:00 WITA

Empat Anak Punk Bikin Ribut di Pemecutan Kelod
Ilustrasi anak punk (foto/umma.id)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Suasana yang awalnya hening di Yayasan Pendidikan Muslimat Ra Khodijah Denpasar di Jalan Teuku Umar Barat, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, tiba-tiba berubah jadi ricuh. Empat orang anak punk yang sedang dalam pengaruh alkohol mengamuk dan nyaris berkelahi dengan seorang pria tak dikenal, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Keributan itu diduga lantaran mereka tidak terima dibangunkan paksa karena masih dalam kondisi mabuk berat. Beberapa orang warga dan para pengendara motor berusaha melerai perkelahian tersebut.

Polisi yang tiba di lokasi melakukan penyelidikan guna mengetahui asal usul keributan tersebut. Terungkap fakta, bahwa empat anak punk itu sering terlihat berada di lokasi. Namun selama anak punk itu beristirahat, memang tidak pernah ada masalah.

Menurut Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati SIK, sebelum keributan terjadi, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 13.00 Wita, anak punk itu sudah selesai minum alkohol di lokasi. Setelah minum mereka langsung beristirahat.

Tak lama berselang, datanglah seorang pria tidak dikenal mengusir dan menarik anak punk tersebut untuk pergi dari lokasi. Diduga kuat, pria tersebut risih melihat anak punk mabuk-mabukan di yayasan tersebut.

Tidak terima diusir, salah seorang anak punk terlibat cekcok dengan pria tersebut. Sehingga terjadi keributan di pinggir jalan. Banyak masyarakat pengendara motor yang ikut melerai kejadian tersebut.

Salah seorang anak punk yang sudah emosi mengambil sebuah batu besar hendak memukul orang tersebut. Tapi karena sudah dilerai banyak orang dan situasi semakin kondusif, anak punk tersebut disuruh untuk pergi meninggalkan lokasi. Sedangkan pria yang pemicu keributan diimbau untuk meminta maaf kepada anak punk tersebut.

"Keributan itu hanya salah paham dan sudah dilerai oleh warga. Saat ini pihak anak punk dan orang tersebut belum bisa dimintai keterangan," ujar Kompol Prabawati, Senin (4/5/2026).

Sementara itu, warga sekitar membenarkan bahwa ke 4 anak punk itu memang sering beristrahat di lokasi. Bahkan, mereka sering meneguk minuman beralkohol, tapi tidak pernah membuat keributan.

"Ya, mereka (4 anak punk) itu sering berada di sana. Biasanya mereka minum alkohol lalu beristirahat. Selama mereka di sana tidak pernah ada keributan," ujar Kurnia pemilik Rumoh Mie Aceh kepada polisi.

Dikatakannya, keributan terjadi karena ke 4 anak punk dibangunkan oleh pria tak dikenal. Padahal mereka sedang beristirahat di lokasi. Sehingga terjadilah cekcok dan timbul keributan. Beruntung warga berhasil melerai dan polisi segera datang ke lokasi kejadian.

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip