Wanita Asal Kendari Diduga Diperkosa di Denpasar
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Aksi perkosaan secara brutal dialami seorang wanita berinisial DAK (32) asal Poasia, Kendari, di dalam kamar yang ditempatinya di Elitya Stay Bali, Jalan Tukad Badung XVIII B No.77, Denpasar, Bali, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 04.30 Wita. Pelaku pemerkosaan itu diduga kuat pria berinisial N yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Pelaku diduga kuat sudah berada di seputaran kamar korban. Setiba di depan kamar pelaku mengetuk pintu. Saat itu pintu kamar dibuka, namun wanita ini bergegas menutup kembali. Namun pelaku langsung memaksa masuk. Korban berusaha mempertahankan diri, tapi pelaku malah merampas jam tangan pintar. Pelaku juga membanting jam tangan tersebut di lantai kamar hingga rusak.
"Pelaku langsung menutup pintu dan melayangkan empat pukulan ke wajahnya. Pelaku memukul bagian wajah dan kepala hingga korban tersungkur tak berdaya," ucap sumber, Kamis (18/6/2026).
Selanjutnya, korban diseret masuk ke kamar dalam kondisi luka dan lemas. Nahas, di dalam kamar, korban diancam akan dibunuh jika melawan atau berteriak. Sementara dalam kondisi ketakutan dan mengalami luka serius, pelaku diduga memperkosa korban. "Korban diduga diperkosa di dalam kamar," ujar sumber lagi.
Dari kejadian itu, korban mengalami luka memar berat di kedua mata, wajah bengkak, serta patah tulang hidung. Selain trauma fisik dan psikis, korban juga mengalami kerugian material sekitar Rp4,5 juta akibat kerusakan barang pribadinya.
"Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban melapor ke Polresta Denpasar pada sore harinya sekitar pukul 16.39 Wita. Polisi masih memburu terduga pelaku yang identitasnya telah dikantungi," ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengakui adanya laporan tersebut. Dikatakannya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di lapangan.
"Benar, laporan terkait kejadian tersebut sudah kami terima di Polresta Denpasar. Saat ini tim penyidik sedang bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi," terang Iptu I Gede Adi Saputra, Kamis (18/6/2026).
Ditegaskannya, proses penyelidikan dan pendalaman akan terus berjalan secara intensif demi mengungkap titik terang serta memburu keberadaan pelaku. "Proses penyelidikan terus berjalan secara maksimal. Anggota kami di lapangan sedang berupaya keras untuk mengungkap motif sekaligus menangkap pelaku," tandasnya.
(hes/kturnip)