Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Euforia Piala Dunia, Kelompok Pemuda Pendatang Berkelahi di Denpasar

Oleh Kander Turnip • 08 Juli 2026 • 19:31:00 WITA

Euforia Piala Dunia, Kelompok Pemuda Pendatang Berkelahi di Denpasar
Polisi mengamankan situasi setelah terjadi keributan di Jalan Akasia XVl Gang Durian Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Rabu (8/7/2026). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Keributan pecah di kos-kosan di Jalan Akasia XVl Gang Durian Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar,  Bali, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 02.20 dini hari. Keributan ini dipicu teriakan "Argentina Menang" dari salah satu kelompok pemuda sambil menggeber-geber sepeda motor di depan kamar kos.

Namun teriakan itu membuat penghuni kos yang sedang tertidur lelap merasa terganggu. Mereka berusaha menegur para pemuda agar jangan teriak-teriak karena sudah larut malam. Siapa sangka, para pemuda yang ditegur itu marah sehingga terjadi aksi saling pukul dan lempar batu. 

Dari perkelahian itu, kedua belah pihak sama sama mengalami luka-luka hingga memar di badan. Beruntung aparat kepolisian Polsek Denpasar Timur bersama pacalang datang dan langsung membubarkan kedua pihak yang berkelahi. 

Euforia nonton bareng (nobar) Piala Dunia menjadi salah satu penyebab perkelahian kedua kelompok tersebut. Menurut keterangan saksi Mecel, ia bersama teman-temannya selesai nobar Piala Dunia di wilayah Tukad Badung, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 02.20 Wita. Pria asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini merasa senang karena tim pavoritnya, Argentina menang. 

Sehingga saksi merayakan kegembiraannya dengan mengendarai sepeda motor menuju kamar kos. Setiba di depan kos di TKP, saksi menggeber-geber motor sambil berteriak "Argentina menang". Namun teriakan tersebut membuat tetangga kos yang sedang tidur terbangun. 

Beberapa orang penghuni kos datang dan menegur saksi dan teman-temannya. Namun karena dalam pengaruh alkohol, ada salah satu teman saksi Mecel tidak terima ditegur hingga terjadi cekcok mulut dan terjadi perkelahian. Perkelahian itu tidak hanya saling adu jotos, tapi juga pelemparan batu. 

"Akibatnya kamar kos tersebut jadi gaduh," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya SH, MH, Rabu (8/7/2026). 

Tak lama berselang, warga bersama pacalang dan aparat kepolisian datang untuk melerai. Namun karena sudah larut malam, pihak kepolisian meminta para penghuni kos masuk ke kos masing-masing dan diminta jangan membuat keributan lagi. 

Sementara salah seorang penghuni kos, berinisial SD (21) membenarkan bahwa sekitar pukul 02.20 Wita, saksi dan penghuni kos lainnya sedang istirahat. Tiba-tiba terdengar di luar kos ada suara yang menggeber geber sepeda motor sambil teriak-teriak. 

Merasa terganggu, saksi asal Sumba Barat NTT ini bersama penghuni kos lainnya melakukan pengecekan. Mereka mendapati beberapa pemuda yang merupakan penghuni kos di sebelah gang, melakukan aksi menggeber-geber sepeda motor. 

Sehingga saksi dan penghuni kos menegur orang yang ribut tersebut. Namun, orang yang ditegur tersebut tidak terima dan terjadi cekcok mulut. Percekcokan berakhir dengan saling pukul, dan pada akhirnya Polisi dan pacalang datang memediasi. 

"Penyebab keributan karena salah paham karena ditegur dan pengaruh alkohol. Kedua belah pihak sudah berdamai dan diminta kembali ke kamar kosnya masing-masing," kata Iptu Gede Adhi. 

(hes/kturnip)

Kander Turnip
Editor

Kander Turnip