Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Jasad Orok Ditemukan di Sungai Shortcut di Mengwi

Oleh Kander Turnip • 15 September 2026 • 20:27:00 WITA

Jasad Orok Ditemukan di Sungai Shortcut di Mengwi
Polisi memeriksa lokasi penemuan jasad orang di aliran Sungai Shortcut di Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. (foto/hes)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Masyarakat yang berada di aliran Sungai Shortcut di Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, mendadak heboh, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Perihal ini menyusul penemuan jasad orok di dalam tas dan dibuang oleh orang tak bertanggungjawab di kawasan sungai tersebut. 

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan, penemuan jasad orok tersebut kali pertama oleh petugas dari Yayasan Sungai Watch yang sedang menyisir dan membersihkan penghalang sampah (trash barrier) di aliran sungai setempat. Mereka mulai bekerja sekitar pukul 08.00 Wita. 

"Ada 2 orang anggota Yayasan Sungai Watch, I Made Dwi Bagiyasa dan Yulius Tani, sedang membersihkan trash barrier di aliran sungai," ungkapnya, Selasa (15/9/2026). 

Dijelaskannya, saat kegiatan pembersihan berlangsung, kedua saksi memeriksa barang maupun tas yang ditemukan di dalam trash barrier untuk mengetahui isinya. "Kedua saksi memeriksa sebuah tas belanja berwarna biru, dan mendapati benda yang diduga menyerupai janin atau orok," ujarnya. 

Selanjutnya, temuan tersebut dilaporkan ke Perbekel Desa Pererenan dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas untuk penanganan lebih lanjut. Atas informasi itu petugas Polsek Mengwi dan Tim Identifikasi Polres Badung datang ke lokasi dan mengecek benda yang mencurigakan tersebut. 

“Hasil pemeriksaan diperkirakan orok berjenis kelamin laki-laki dan tali pusarnya masih menempel pada tubuh,” ujar Aiptu Ayu Inastuti. 

Diketahui, janin tersebut ditemukan dalam kondisi dibungkus menggunakan tas belanja warna biru. Sementara keberadaan tali pusar yang masih menempel menjadi salah satu temuan yang akan didalami melalui pemeriksaan medis. 

Orok tersebut dibawa menggunakan kendaraan PMI Kabupaten Badung ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, untuk dilakukan visum et repertum. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi janin serta berbagai fakta medis yang berkaitan dengan penemuan tersebut. 

“Masih diperlukan pemeriksaan medis atau forensik untuk memastikan usia kandungan, kondisi saat dilahirkan, penyebab dan waktu kematian,” kata Ayu. Terkait identitas ibu maupun pihak yang diduga membawa dan membuang janin tersebut belum diketahui, Aiptu Ayu Inastuti mengatakan polisi masih menyelidiki. 

"Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui asal-usul janin, termasuk kapan dan bagaimana janin tersebut bisa berada di dalam trash barrier Sungai Shortcut," imbuhnya. 

Selain itu, penyidik juga belum memastikan apakah janin tersebut lahir dalam kondisi hidup atau sudah meninggal. Nantinya, hasil pemeriksaan medis dan forensik akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah penyelidikan berikutnya. 

Penyidik masih mendalami keterangan para saksi, termasuk mencari kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Informasi dari lingkungan sekitar juga akan dikumpulkan untuk mengungkap pihak yang membawa janin ke sungai tersebut. “Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi, dan kemungkinan rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelakunya,” katanya.

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip