Gen Z Disebut Siapkan Anggaran Khusus untuk Kafe
SURABAYA, PODIUMNEWS.com – Generasi Z atau Gen Z dinilai mulai menjadikan pengeluaran untuk kedai kopi sebagai bagian dari anggaran rutin mereka. Kebiasaan ini berkaitan dengan semakin populernya aktivitas bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC), yang tidak lagi sekadar menjadi tempat bersantai, tetapi juga digunakan untuk bekerja dan bersosialisasi.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Gancar C Premananto, menyebut kebiasaan tersebut menunjukkan perubahan cara generasi muda memanfaatkan kedai kopi. Pengeluaran untuk membeli makanan dan minuman dipandang sebagai bagian dari kebutuhan aktivitas kerja.
“Berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z biasanya mengalokasikan anggaran khusus kedai kopi. Bagi mereka, coffee shop adalah ruang hybrid ramah kantong yang berfungsi memecah kejenuhan kantor sekaligus mewadahi kebutuhan bekerja dan bersosialisasi,” ujarnya dalam keterangan yang dipublikasikan UNAIR, Jumat (6/11/2026).
Menurut Gancar, popularitas WFC tidak terlepas dari fasilitas yang ditawarkan kedai kopi. Selain menyediakan makanan dan minuman, banyak kafe dilengkapi akses internet dan tempat duduk yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan maupun mengadakan pertemuan.
Fasilitas tersebut membuat kafe menjadi alternatif bagi pekerja yang membutuhkan suasana berbeda dari kantor atau rumah. Aktivitas bekerja, makan siang, dan bertemu rekan kerja dapat dilakukan di satu tempat.
“WFC merupakan sebuah pilihan tempat kerja bagi mereka yang membutuhkan tempat kerja yang keluar dari rutinitas,” katanya.
Gancar membandingkan kepraktisan bekerja dari kafe dengan penggunaan ruang kerja bersama atau co-working space. Sejumlah fasilitas ruang kerja bersama menerapkan biaya sewa atau mensyaratkan keanggotaan, sementara pengunjung kafe umumnya cukup membayar makanan dan minuman yang mereka pesan.
Ia menilai sistem tersebut memberikan keuntungan praktis bagi pengguna. Meski harga makanan dan minuman di kedai kopi relatif lebih mahal, pengeluaran itu sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi selama bekerja.
“WFC jauh lebih efisien dan praktis dibanding menyewa working space. Gen Z bisa sekalian makan siang dan meeting di satu tempat tanpa beban konsumsi tambahan, sekalipun harganya relatif lebih mahal,” jelasnya.
Namun, Gancar mengingatkan bahwa keberlanjutan kebiasaan bekerja dari kafe tetap bergantung pada kemampuan mengatur pengeluaran. Anggaran untuk makanan, minuman, dan aktivitas pendukung perlu direncanakan agar tidak mengganggu kebutuhan lainnya.
Menurutnya, kedai kopi kini berkembang menjadi ruang serbaguna yang menggabungkan aktivitas kerja dan sosial. Perkembangan tersebut memberikan pilihan bagi generasi muda untuk mencari tempat bekerja yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan mereka.
Penilaian Gancar mengenai kebiasaan Gen Z mengalokasikan anggaran khusus untuk kafe merupakan pengamatan akademisi. Dalam publikasi UNAIR tersebut tidak disertakan data survei mengenai jumlah pengeluaran atau proporsi Gen Z yang secara rutin menyiapkan anggaran WFC. (sukadana)