Hoax! Aksi Begal Oknum Pecalang Viral di Medsos
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Viralnya informasi di Facebook terkait aksi begal yang dilakukan oknum pecalang mengaku anggota intel, Minggu (17/5), diungkap Satreskrim Polresta Denpasar. Usut punya usut kasus tersebut tidak benar alias hoaks. Polisi telah mengamankan 3 orang dan kini masih jalani pemeriksaan.
Hal itu disampaikan Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Senin (18/5). Dijelaskannya, kasus tersebut tidaklah benar dan pihaknya sudah mengamankan 3 orang yang diduga terlibat. Yakni, MUB (orang yang mengaku korban), BBB (ayah korban) dan IBP yang mem-posting di Facebook.
"Ketiganya sudah diamankan dan diperiksa. Keterangannya masih didalami," ujar Iptu Sukadi.
Kasus hoaks ini mencuat setelah saksi MUB mengaku kepada bapaknya BBB mengalami aksi begal sekitar akhir April 2020 di Jalan Teuku Umar, Denpasar.
Menurutnya, pelaku begal tersebut mengaku sebagai pecalang dan intel. Korban diajak naik motor hingga ke Jalan Teuku Umar, Denpasar. Tiba di tempat sepi, pelaku menghajar korban hingga babak belur. Bahkan motornya Honda Beat dan satu buah handphone Oppo digasak pelaku.
Mendapat laporan anaknya kena begal, BBB mengajak anaknya MUB ke RSUP Sanglah untuk berobat. Namun baru sampai di depan rumah sakit dibatalkan karena tidak memakai masker.
Beberapa hari kemudian BBB menghubungi bos tempat bekerja anaknya, yakni IBP. Maksudnya untuk melaporkan kejadian yang dialami anaknya dan meminta gaji anaknya.
Tak lama berselang, IBP datang membesuk ke kos MUB di Jalan Tukad Gerinding nomor 31 Denpasar. Nah, saat besuk itulah MUB menceritakan di begal kepada bosnya.
"Pada saat dibesuk oleh IBP di kosannya, MUB memang benar sakit demam akibat membantu bapaknya sebagai buruh bangunan, bukan karena kejadian perampokan yang dialami," ujarnya.
Tidak terima anak buahnya dibegal, IBP kemudian mem-postingnya di Facebook 9 Mei sekitar pukul 20.19 Wita. Akhirnya, kasus tersebut viral di media sosial. Jajaran Satreskrim Polresta Denpasar langsung menyelidiki kasus tersebut.
Terungkap, kejadian perampokan itu hanyalah karangan semata. MUB bercerita bohong kepada bapaknya mengaku dirampok karena takut dimarahi bapaknya. Pasalnya, MUB telah menghilangkan handpone yang baru saja dicicil bapaknya.
Bahkan, sepeda motor Honda Beat yang dibawa MUB tidak hilang dan masih ada di rumahnya. "Saksi MUB sudah mengakui kebohongan karena takut dimarah bapaknya telah menghilangkan handpone yg dibelikan dengan cara mencicil," ujar Iptu Sukadi. (SIL/PDN)