Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Saat Pandemi, Prostitusi Online Kian Marak di Bali

Oleh Podiumnews • 10 Juni 2020 • 22:10:13 WITA

Saat Pandemi, Prostitusi Online Kian Marak di Bali
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, menutup semua akses kegiatan yang banyak mendatangkan orang. Seperti halnya tempat hiburan malam karaoke dan cafe termasuk lokasi prustitusi juga di tutup.

Kendati masih saja ada yang buka tutup, namun dampak pandemi ini justru membuat jaringan sosial makin berani. Terutama bagi kaum hawa yang tak canggung menawarkan diri di medsos.

Bahkan tidak segan-segan sejumlah wanita yang nota bene eks pekerja malam memposting kemolekan tubuhnya serambi dengan terang-terangan mengatakan 'open bo' vcs serta menjual video seks.

Prostitusi online terselubung ini terkadang ditalpilkan lewat akun FB dan IG. Bahkan di aplikasi Michat, melalui pesan gratis yang membantu pengguna untuk menemukan teman dan orang – orang disekitar dengan mudah, dipenuhi para wanita yang menjajakan diri berikut dengan menyebut tarif dari HJ (hand job) dan BJ (Blowjob) hingga langsung permainan di ranjang.

Mereka sebagian di aplikasi ini secara terbuka ada yang menawarkan untuk DP terlebih dahulu atau COD bayar ditempat.

Untuk wilayah Denpasar saja, pengguna disekitar dalam jarak sekitar 3 km, mencapai 200-an orang yang menjajakan diri.

Harga atau tarif kencan dengan teman baru pengguna aplikasi Michat, variatif tetapi umumnya masih bisa nego, bahkan sampai setengah harga dari yang tarif yang diminta.

Masalah tarif semuanya tergantung komunikasi. Biasanya sekitar Rp.300 ribu sampai  Rp.500 ribu untuk short time.

Setelah sepakat dengan harga, maka wanita selimut hidup ini akan mengirimkan alamat atau share lokasi.

Menurut pengakuan seorang wanita penjaja lewat aplikasi michat, sebut saja namanya Ewek berasal dari Jawa Barat,   pelanggannya setiap hari, selain yang didapat dari aplikasi Michat juga pelanggan tetapnya dari tempat kerjanya yang ditutup, yakni tempat  hiburan malam yang ada di Denpasar.

"Sejak karaoke tempat saya kerja di tutup, saya manfaatkan aplikasi michat. Sebelumnya di tempat kerja juga bisa BO, tapi lewat michat justru lebih besar penghasilan. Sehari bisa dapat tiga tamu BO," ungkapnya.

Kata dia, banyak temannya yang seprofesi juga memanfaatkan aplikasi Michat untuk mendapatkan pelanggan. Sejak tempat kerjanya tutup, praktis tidak punya penghasilan sementara dirinya harus menghidupi keluarganya di kampung.

Perempuan yang masih berumur 24 tahun ini juga mengaku, dirinya tidak menetap lama di apartemen yang ditempati saat ini. “Paling lama, seminggu. Setelah itu pindah cari apartemen atau kos elit lain yang ada di Denpasar atau di Kuta, Badung,” ungkapnya.

Merebaknya prostitusi online yang berlangsung terselubung ini, bukan tidak mungkin, menjadi pemicu bertambahnya jumlah yang terinfeksi virus corona di Bali, khususnya Denpasar dan Badung. (JRK/PDN)