Podiumnews.com / Aktual / Hukum

PSBB Bali, Falisitas Umum dan Tempat Hiburan Tutup Jam 19.30 Wita

Oleh Podiumnews • 07 Januari 2021 • 21:47:26 WITA

PSBB Bali, Falisitas Umum dan Tempat Hiburan Tutup Jam 19.30 Wita
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat gelar Video Conference (Vidcon) dengan seluruh satuan Jajaran Kodam IX/Udayana, Kamis (7/1). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Pemerintah pusat kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di wilayah Jawa-Bali guna mencegah penyebaran virus Covid-19 baru asal Inggris. Pemerintah Pusat juga mengambil kebijakan untuk menutup penerbangan Internasional dari tanggal 14 Januari 2021 guna mengantisipasi penyebarannya di dalam negeri.

Demikian arahan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat gelar Video Conference (Vidcon) dengan seluruh satuan Jajaran Kodam IX/Udayana, Kamis (7/1).

Dalam vidcon tersebut, Mayjend Maruli berharap agar daerah NTB dan NTT dapat turut serta mengantisipasinya bersama. Pasalnya, dari hasil rapat koordinasi, khusus di wilayah Bali yang akan melaksanakan PSBB nantinya terealisasi 75 persen Work From Home (WFH) dan 25 persen bekerja di kantor. Terkhusus tempat-tempat hiburan dan fasilitas umum agar sudah tutup pada pukul 19.30 Wita.

Dalam pelaksanaannya nanti, sangatlah diperlukan peran Pemda serta TNI dan Polri untuk ikut membantu dan mengontrolnya.

“Dengan 75% WFH dan yang hadir hanya 25%, agar juga dilakukan pengawasan terhadap anggota kita sehingga tidak keluyuran, agar dibuat kegiatan yang bermanfaat seperti pembersihan komplek-komplek perumahan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jika dilaksanakan minimal selama 1 minggu saja maka hasilnya akan bersih dan maksimal, untuk itu agar diatur di setiap tempat supaya lingkungannya bersih,” tegas Pangdam.

Ia juga berharap agar semuanya bisa bekerja bersama-sama dalam kondisi seperti ini untuk tetap menghindari kerumunan. Komunikasi dengan orang tetap dibatasi, namun pekerjaan-pekerjaan yang sudah berjalan agar dilaksanakan dengan baik.

Begitu pula terhadap satuan bawah, apabila terdapat kendala ataupun ada hal-hal yang perlu didukung agar disampaikan. Mudah-mudahan jika memungkinkan dapat diatasi, maka kegiatan-kegiatan di wilayah masing-masing bisa berjalan dengan lancar.

“Seperti kegiatan di kodim-kodim hingga adanya perbaikan di koramil-koramil, semuanya agar dilaporkan agar semua bisa berjalan dengan baik. Walau kita punya keterbatasan, namun saya berharap ini semua bisa berjalan dengan baik. Selain itu juga, jalin komunikasi yang baik antara Komandan satuan dan bawahan, saling mengingatkan, sehingga terjalin hubungan yang harmonis,” harapnya.

Jenderal bintang dua dipundak itu menegaskan agar semua bisa menjadi corong yang bisa menjelaskan kepada masyarakat sekitarnya. Supaya jangan sampai menganggap remeh dan jangan juga menjadi takut dengan kata-kata covid. "Seluruhnya agar menjadi contoh untuk penerapan protokol kesehatan yang benar dan menjelaskannya secara detail," terang Pangdam.

Terkait dengan kebijakan tentang penerapan PSBB, Pangdam menekankan kepada seluruh personel yang berkantor di Kodam, Korem dan Kodim, agar disesuaikan dan diatur dengan baik. Terlebih diminimalkan jumlah personelnya di dalam ruangan. Semua ruangan agar jangan menggunakan AC serta buka pintu dan jendelanya.

“Disamping itu juga, saya sampaikan tentang kegiatan kita yang tidak boleh berhenti dan tetap harus berjalan, jika ada kesulitan agar disampaikan dan kita akan segera berupaya terus untuk melanjutkan rencana-rencana kita walaupun dalam kondisi seperti ini dan walaupun dengan keterbatasan kita, kita akan komit untuk terus bisa  berbuat yang terbaik untuk anggota dan masyarakat sekitar,” tutup Pangdam.  (SIL/RIS/PDN)