Sambut Hari Kemerdekaan, Pemuda Bali Serukan Penolakan Reklamasi Lewat Baliho
DENPASAR, podiumnews | Selain di Tatasan Kaja, pada hari minggu 13 Agustus 2017, setidaknya terdapat 5 lokasi pemasangan baliho diantaranya di Forum Pemuda Sidan, Pemuda Batubulan, Gianyar, Banjar Rangkan Sari, Banjer Kajeng, Kepaon dan Banjar Tatasan Kaja, Tonja di Denpasar.
Pendirian baliho pada 13 Agustus 2017 menjadi penanda bahwa para pemuda bali tidak pernah surut untuk memperjuangkan penolakan reklamasi teluk benoa tapi bangkitnya perlawanan pemuda terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.
Sementara itu, 2 Sekeha Teruna Teruni (STT) di Desa Adat Kepaon yaitu STT. Yowana Dharma Bhakti, Banjar Rangkan Sari dan STT. Yowana Canthi, Banjar Kajeng pada Minggu 13 Agustus 2017 juga mendirikan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa
Pendirian baliho menjadi puncak dari kegiatan mereka dalam satu hari penuh. Pagi hari dimulai pada pukul 06.30 wita, sebelum pendirian baliho berlangsung, para pemuda melakukan jalan santai di kawasan Simbar Segara yang dilanjutkan dengan kegiatan pemungutan sampah plastik dari Simbar Segara hingga ke kawasan Teluk Benoa.
Dalam kegiatan pemungutan sampah plastik di Teluk Benoa, mereka juga membentangkan bendera ForBALI sebagai pemersatu para pemuda dalam memperjuangkan penolakan reklamasi Teluk Benoa. Sore harinya sekitar pukul 17.00 wita dilanjutkan dengan pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa secara serentak didepan Banjar masing-masing.
I Nyoman Anom Guna Adi Yasa, Ketua STT. Yowana Canthi mengatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan kali ini selain dalam rangka menyambut kemerdekaan RI juga dalam rangka memperingati ulang tahun ke-57 STT. Yowana Canthi bersama STT. Yowana Dharma Bhakti mewujudkan persatuan generasi muda diwilayah Desa Adat Kepaon dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa.
Sedangkan I Komang Eddy Pradika, Ketua STT. Yowana Dharma Bhakti menyampaikan kegiatan yang mereka lakukan adalah untuk terus menggelorakan semangat dalam perjuangan panjang menolak reklamasi Teluk Benoa. "Perjuangan ini bukan hal yang instan sehingga kita harus memelihara semangat dan persatuan," jelasnya. (KP-Release)