Ke Luar dari Tempat Hiburan, Pemuda Waingapu Dikeroyok Turis Asing
KUTA, PODIUMNEWS.com - Sejumlah turis asing yang belum diketahui identitasnya dilaporkan ke Polsek Kuta dengan tuduhan melakukan penganiayaan serta pengeroyokan terhadap Leonaldy AS Bitu di depan Club La Favela di Jalan Kayu Aya, Kuta, Selasa (29/1) siang lalu.
Leonaldy AS Bitu (22) dihajar hingga babak belur oleh pelaku diduga warganegara asing dengan sejumlah rekannya. Akibatnya, pria asal Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengalami luka robek di bagian kepala dan lebam-lebam di bagian wajah.
Pengeroyokan terjadi saat korban Leonaldy keluar dari Club La Favela di Jalan Kayu Aya, Seminyak Kuta, sekitar pukul 3.00 dini hari. Korban yang tinggal di Jalan Gunung Kalimutu Gang XIX Nomor 19 Banjar Samping Buni Pemecutan Kelod, Denpasar Barat (Denbar) itu bersama dengan seorang perempuan warganegara Australia bernama Ashley.
Setelah berada di luar club, korban didatangi seorang warganegara asing tak dikenal. Pria tersebut menghadang korban dan menanyakan apakah korban bekerja di Pantai Padma, Kuta. “Kamu yang kerja di Pantai Padma ya,” ujar pelaku seperti dituturkan korban ke polisi.
Lantaran tidak kenal, korban pun menjawab. “Ohh bukan, kamu mungkin salah orang,” ujar korban yang berasal dari Waingapu NTT itu. Tidak terima dengan jawaban korban, pelaku mendorong korban dan langsung menghadiahi bogem mentah. Akibat pemukulan itu, korban mengalami bengkak di bagian dahi.
“Teman-teman pelaku ikut mengeroyok korban,” jelas sumber. Beberapa teman pelaku ikut menyerang korban. Ada yang melempar batu dan ada pula yang melempar pakai botol bir. Akibat pengeroyokan itu pipi korban bengkak, kepala robek dan tangan kiri luka tergores.
Dikeroyok membabi-buta oleh para pelaku, korban bersama teman wanitanya menyelamatkan diri dan kembali masuk ke dalam Club La Favela untuk minta bantuan security. Melihat security datang, para pelaku melarikan diri. Selanjutnya kasus ini dilaporkan korban ke Polsek Kuta Senin (18/2).
Sementara ini jajaran Polsek Kuta masih melakukan pengejaran terhadap para pelakunya. Dikonfirmasi, Paur Humas Polresta Denpasar Ipda Gusti Parwanita belum memberikan komentar resmi terkait kasus penganiayaan di Kuta tersebut. “Saya cek dulu,” ujarnya, Senin (18/2). (ISU/PDN)