Kenali Tanda Stroke Lewat SeGeRa
HINGGA saat ini, stroke menjadi penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung baik di negara maju maupun berkembang.
Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti mengatakan untuk itu masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda dan gejala stroke agar dapat hidup lebih berkualitas.
“Gejala stroke dapat dikenali dengan tanda-tanda SeGeRa Ke RS,” kata Eva melalui siaran pers, pada Sabtu (28/10/2023).
Se adalah senyum tidak simetris, Ge adalah gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, Ra adalah bicara pelo, Ke adalah Kebas separuh tubuh, R adalah rabun atau pandangan mata kabur tiba-tiba, dan S adalah sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
Eva menjelaskan sekitar 90 persen kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, diet yang tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik.
“Bagi penyandang diabetes mellitus dan hipertensi sebagai kelompok risiko tertinggi terjadinya stroke, dapat dilakukan pencegahan dini faktor risiko stroke dengan melakukan pemeriksaan propilipit,” kata Eva.
Indonesia stroke menjadi penyebab kematian utama yaitu 19,42 persen dari total kematian berdasarkan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME 2019. Sedangkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7/1000 penduduk pada 2013 menjadi 10,9/1000 penduduk pada 2018.
Upaya lain pencegahan faktor risiko terjadinya stroke, kata Eva adalah kesadaran setiap individu untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan diri masing-masing dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
Pencegahan Faktor Resiko Stroke
Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia Mohammad Kurniawan mengatakan pencegahan faktor risiko gejala stroke yaitu dengan CERDIK. Antara lain cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress.
“Kagiatan ini sebenarnya telah cukup lama dikampanyekan oleh Kemenkes yakni CERDIK. Apabila telah muncul gejala stroke hal utama yang dilakukan adalah kenali gejala stroke karena harus segera ditangani.” kata Kurniawan.
Lebih lanjut keterlambatan dalam menangani gejala stroke akan menimbulkan kematian pada jaringan otak yang mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. (devi/sut)