Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Pelaku Buang Bayi Tak Terekam CCTV

Oleh Editor • 09 November 2023 • 18:55:00 WITA

Pelaku Buang Bayi Tak Terekam CCTV
Ilutrasi kasus buang orok. (detikcom)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Polsek Denpasar Timur masih menyelidiki kasus pembuangan bayi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu, Jalan By Pass IB Mantra Denpasar pada Rabu (8/11/2023).

Sementara dari hasil penyelidikan, pelaku pembuang bayi tidak terekam kamera CCTC. Diduga kuat bayi itu diangkut oleh truk sampah dari lokasi lain.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol Nyoman Darsana membenarkan pihaknya sudah mengecek rekaman CCTV yang terpasang di seputaran TPST. Namun, dari hasil rekaman tersebut tidak melihat adanya sosok pelaku hilir mudik di TKP.

"Dari pengecekan CCTV tidak melihat sosok pelaku membawa bungkusan (berisi bayi, red)," ungkap Kompol Darsana, Kamis (9/11/2023).

Dijelaskanya, penjagaan di TPST Kertalanggu sangatlah ketat. Bahkan, tidak ada yang bisa masuk selain karyawan pemilah sampah. Sehingga muncul dugaan bahwa bayi yang terbungkus plastik kresek itu tidak dibuang di TPST, tapi dibuang pelaku dari luar TPST. Bungkusan bayi tersebut lantas diangkut dengan truk sampah.

Guna mengerucutkan penyelidikan, pihaknya masih mendata kendaraan roda tiga dan truk sampah yang masuk ke TPST selama periode waktu bayi ditemukan.

"Masih dilakukan penyelidikan," ujarrnya.

Seperti diketahui, sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di TPST Kertalangu itu ditemukan masih hidup namun dalam kondisi lemas terbungkus plastik kresek.

Hal ini pertama kali diketahui oleh pegawai TPST bernama Ni Kadek Suryantini (43). Saksi bekerja memilah sampah di mesin pemilah MST (Manual Sorting table), dia melihat tas kresek besar warna merah sekitar pukul 11.20 WITA. Lalu, saksi membuka tas kresek tersebut dan di dalamnya terdapat celana panjang kain warna hitam.

Kain tersebut pun hendak dibuang, tapi Suryantini merasa ternyata bobotnya berat. Sehingga dia membuka isinya karena penasaran. Alangkah terkejutnya wanita itu karena di dalam kain terdapat bayi yang lengkap dengan ari-arinya. Bayi itu masih hidup dan sempat menangis, namun dalam kondisi lemas.

Namun sebelum ditangani tim medis RS Darma Yadnya, Denpasar, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Jasad bayi malang itu dievakuasi ke kamar jenasah RS Wangaya menggunakan ambulans RS Dharma Yadnya. (hes/sut)