Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Sembilan Duktang di Dentim Terjaring Razia

Oleh Editor • 05 September 2024 • 20:18:00 WITA

 Sembilan Duktang di Dentim Terjaring Razia
Petugas gabungan menggelar razia duktang di Dentim, Rabu (4/9/2024). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Untuk menjaga situasi kamtibmas berjalan kondusif jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Polsek Denpasar Timur (Dentim) menggelar penertiban penduduk pendatang (duktang) di wilayah Kelurahan Kesiman, pada Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 20.15 WITA.

Dalam penertiban tersebut terjaring 9 warga nonpermanen dan diarahkan untuk lapor diri ke kelurahan.

Penertiban ini berlangsung di Jalan Akasia XVI, Banjar Buaji Sari, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur. Tidak hanya polisi yang dilibatkan, tapi ada juga personil gabungan dari Polsek Dentim, Linmas Kelurahan Kesiman dan pecalang Desa Adat Kesiman.

"Tujuan penertiban ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh penduduk pendatang tertib administrasi dan mematuhi aturan yang berlaku, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah hukum Polsek Denpasar Timur dapat dicegah," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Kamis (5/9/2024) di Denpasar.

Dari pelaksanaan penertiban ini, personel gabungan berhasil menjaring sebanyak 9 penduduk pendatang. Rincianya, 2 orang penduduk pendatang dari luar Bali dan 7 orang penduduk pendatang asli Bali.

"Penduduk pendatang yang terjaring diarahkan untuk segera mengurus Surat Tanda Lapor Diri di Kantor Kelurahan Kesiman," kata AKP Sukadi.

Sementara itu, penertiban duktang ini juga dilaksanakan petugas Bhabinkamtibmas Jimbaran, Aiptu I Nengah Bagiarta pada Rabu (4/9/2024), mendata penduduk nonpermanen di bedeng proyek Jalan Nuansa Udayana Barat, Lingkungan Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan Linmas dan Bhabinsa TNI.

Dalam sidak itu, sebanyak 9 orang penduduk pendatang nonpermanen berhasil terjaring tanpa memiliki surat tanda lapor diri. “Mereka kemudian diarahkan untuk melaporkan keberadaannya dengan dikoordinasi oleh mandor masing-masing,” pungkasnya. (hes/suteja)