PDIP Tanggapi Santai Wacana NasDem Enggan Koalisi dengan Partai Pemenang
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Jelang Pilkada Serentak 2020, suhu politik di Bali mulai menghangat. Bahkan telah muncul soal isu koalisi parpol. Seperti wacana NasDem yang lebih memilih berkoalisi dengan Partai Demokrat ketimbang dengan partai pemenang alias PDIP.
Namun wacana NasDem itu direspon santai oleh Sekretaris DPD I PDIP Bali IGN Jayanegara. Pihaknya mengaku tak mempermasalahkan dan menghormati keputusan yang diambil oleh NasDem. Walaupun dalam Pilkada sebelumnya, mayoritas dibeberapa daerah PDIP dan NasDem selalu bersama.
"Kami sangat menghormati PDI Perjuangan. Kalau beliau tidak ingin bersama kita," katanya, Kamis (10/10).
Sejatinya, PDIP merasa sedikit menyayangkan dan kecewa dengan sikap yang diambil oleh NasDem tersebut. Apalagi, pada Pilpres 2019 lalu, NasDem dan PDIP berada dalam satu barisan pengusung Jokowi-Amin.
"Secara nasional kan kita bergabung dengan NasDem. Tapi kalau jalan politik di daerah berbeda ya kita harus menghormatinya," jelasnya.
PDIP Bali menilai, sikap politik yang diambil oleh NasDem merupakan bagian dari proses demokrasi. Baginya, pilihan tersebut hanya perbedaan cara berfikir saja.
"Bersebrangan, tidak mau bergabung itu artinya kan tidak berbeda dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat, itu prinsipnya dulu. Artinya cara pandang beliau sama dengan kita, tapi berbeda caranya," ungkap dia.
Menurutnya, masalah perbedaan pandangan dalam berpolitik khusus berkoalisi sangat wajar. Apalagi dalam berdemokrasi ada syarat-syarat lain dalam mengusung calon. Begitu juga dengan PDIP yang memiliki sendiri.
"Karena kan di dalam proses demokrasi itu punya syarat-syarat lain di dalam menetapkan sebuah calon kandidat-kandidatnya enggak masuk mungkin dengan PDIP, makanya ingin melawan kita. Kita menghargai, bagi kami positif," imbuhnya.
Yang terpenting, sportifitas menjadi hal yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak. Mengingat, semuanya memiliki tujuan yang sama yakni membangun dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Wakil Walikota Denpasar ini menegaskan jika pihaknya akan memilih berkoalisi dengan masyarakat. Cara inilah yang paling efektif dan membuat percaya diri dalam memenangkan Pilkada.
"Mohon maaf, kita akan percaya diri apabila kita dapat berkoalisi dengan masyarakat," tandasnya. Meski demikian tak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan partai lain yang memiliki kursi.
Keinginan PDIP tak hanya berkoalisi dalam Pilkada saja, melainkan juga di legislatif. Berkaitan dengan koalisi, PDIP juga memastikan tak akan menjalin komunikasi ataupun berkoalisi dengan NasDem dan Partai Demokrat. Pasalnya, kedua partai tersebut sudah mengambil langkah untuk berseberangan dengan PDIP.
"Kalau memang sudah tidak mau bergabung, masa kita akan dekati," pungkasnya. (RYN/PDN)