Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Polda Bali Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran

Oleh Kander Turnip • 24 Maret 2026 • 23:39:00 WITA

Polda Bali Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 27 Maret hingga 28 Maret 2026 menjadi fokus antisipasi aparat kepolisian, khususnya Polda Bali. (Foto/hes)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 27 Maret hingga 28 Maret 2026 menjadi fokus antisipasi aparat kepolisian, khususnya Polda Bali. Guna mencegah terjadinya kepadatan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Polda Bali akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kecelakaan. 
 
Dalam keterangan persnya, Karoops Polda Bali Kombes Pol Soelistijono menyebutkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 27–28 Maret. Kendati demikian, arus balik dibagi dalam dua tahap, yakni 24–25 Maret sebagai tahap awal, dan 27–28 Maret sebagai tahap puncak. 
 
"Tahap pertama itu adalah diperkirakan tanggal 24-25 Maret, kemudian tahap kedua itu di tanggal 27-28 Maret. Jadi dua tahap itu kita sudah lakukan penggelaran personel, termasuk beberapa titik yang akan kita lakukan rekaisalan tersebut," bebernya. 
 
Perwira melati tiga di pundak ini memprediksi adanya potensi penumpukan tidak sebesar saat arus mudik beberapa hari lalu. Hal ini karena kepadatan justru lebih berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. 
 
Dalam melakukan pencegahan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan ASDP Gilimanuk dan Ketapang. Bila terjadi kepadatan di Ketapang, pihaknya akan segera melakukan langkah antisipasi di wilayah Bali, termasuk penggelaran personel di titik rawan. 
 
"Jika di Pelabuhan Ketapang terjadi penumpukan, kita di wilayah Bali juga lakukan langkah antisipasi," ucapnya. 
 
Kombespol Soelistijono menyebutkan, dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan, telah disiapkan sejumlah skenario, mulai dari pemetaan titik simpul kemacetan dari Gilimanuk menuju Tabanan hingga Buleleng. Berlanjut pada persiapan sarana pendukung, seperti mobil derek, ambulans, dan pemadam kebakaran. 
 
"Jadi, ada beberapa upaya yang kita sudah lakukan dan dari sekarang sudah kita persiapkan mengantisipasi kepadatan kendaraan," ungkapnya. 
 
Dia mengakui, kondisi arus mudik sebelumnya terjadi penumpukan kendaraan yang cukup panjang hingga antrean mencapai sekitar 30 kilometer. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama pihak ASDP untuk persiapan ke depan. 
 
Dikatakannya, salah satu rekomendasi utama adalah perlunya penambahan kapal berukuran besar dengan kapasitas angkut kendaraan lebih banyak guna mempercepat proses penyeberangan. 
 
"Sehingga untuk di tahun depan tadi juga masukan dari Bapak Kapolri, supaya ditentukan nanti ke depan itu paling tidak ada penambahan kapal besar sehingga bisa memuat kendaraan dalam kapasitas yang mencukupi," katanya.