Korsel Keluarkan Travel Warning, Kapolda Tegaskan Bali Aman Bagi Wisman
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Polda Bali mencatat kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing (WNA) pada periode Januari hingga April 2026 turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Data tersebut menjadi dasar penegasan bahwa situasi keamanan di kawasan wisata Pulau Dewata tetap aman dan kondusif bagi turis, termasuk wisatawan mancanegara (Wisman).
Menurut
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, saat ini pihak Kedutaan Korea
Selatan mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya yang hendak berkunjung
ke Bali. Dikatakannya, pihaknya memahami keprihatinan yang disampaikan Kedutaan
Besar Korea Selatan. Namun, ia memastikan aparat terus bekerja maksimal untuk
menjaga rasa aman wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
"Kami
memahami keprihatinan Kedutaan Besar Korea Selatan dan menghargai koordinasi yang
terjalin. Bali tetap aman, dan kami terus bekerja keras untuk memastikan setiap
wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merasa terlindungi," ujar
Irjenpol Daniel dalam pertemuan dengan anggota DPD RI Ni Luh Jelantik, di Denpasar,
Bali, Kamis (9/4/2026).
Ditegaskannya,
sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, Polda Bali sebelumnya telah menggelar
Operasi Sikat Agung 2026 selama 16 hari, yakni pada 28 Januari hingga 12
Februari 2026. Dalam operasi tersebut, Polda Bali berhasil mengungkap 166 kasus
kriminalitas dan mengamankan 181 tersangka.
Kejahatan
ini meliputi 77 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 15 kasus pencurian
dengan kekerasan (curas), serta 89 kasus pencurian kendaraan bermotor
(curanmor). Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang
bukti berupa 6 unit mobil, 77 unit sepeda motor, 5 laptop, 8 handphone, serta
uang tunai Rp 3,6 juta.
Tak
hanya itu, puluhan kendaraan bermotor hasil curian juga telah dikembalikan
kepada pemilik sah. Polda Bali juga berhasil membongkar jaringan pencurian
kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayah Bali.
Kapolda
Daniel menegaskan hasil Operasi Sikat Agung menjadi salah satu faktor yang
berkontribusi terhadap penurunan angka kriminalitas sepanjang awal 2026.
Pascaoperasi, patroli keamanan kini diperketat di seluruh kawasan wisata utama,
seperti Seminyak, Canggu, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua, yang menjadi destinasi
favorit wisatawan.
Polda
Bali juga memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing melalui website dan
Command Center Cakra Pengawasan Orang Asing (Cakrawasi) yang resmi diluncurkan
pada 13 Maret 2026. Sistem berbasis teknologi ini digunakan untuk memantau
keberadaan dan aktivitas WNA di Bali secara terintegrasi dan real time.
Daniel
menyebut pengembangan Cakrawasi dilakukan seiring tingginya kunjungan wisatawan
mancanegara ke Bali yang pada 2025 mencapai 7,05 juta orang, naik 11,9 persen
dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui
sistem ini, pergerakan WNA dapat dipantau melalui laporan hotel, penginapan,
dan stakeholder terkait, sehingga potensi aktivitas mencurigakan maupun
pelanggaran hukum dapat lebih cepat dideteksi dan diatasi.
(hes/kturnip)