Maling Menyatroni dan Merusak Barang di Pura Dalem Sudha Sidakarya
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Maling menyatroni dan merusak barang-barang yang ada di dalam Pura Dalem Sudha Sidakarya, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Kamis (9/4/2026). Sejumlah barang sakral dikabarkan tidak ada yang hilang, namun ada beberapa lokasi terlihat rusak akibat diacak-acak pelaku.
"Gedong
Barong, ruang penyimpanan pratima sakral, ditemukan dalam kondisi berantakan
dengan sejumlah perlengkapan suci diacak-acak," ujar sumber di lapangan, Jumat
(10/4/2026).
Diterangkan
sumber, kerusakan terdiri dari kaca jendela pecah, kotak penyimpanan terbuka
paksa dan wastra (kain suci) tampak robek serta berserakan di lantai. Akibat
kejadian ini, pihak desa memperketat pengawasan di lokasi agar kejadian serupa
tidak terulang kembali.
Dijelaskan
sumber, insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Berawal I Wayan Supartana
(51), warga Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan menerima informasi dari jero
mangku setempat bahwa terjadi aksi pencurian di pura.
Dalam
pengecekan melalui rekaman CCTV, tampak pelaku berjenis kelamin pria datang
seorang diri mengenakan kaus hitam dan celana pendek jins biru masuk ke area
pura. Pelaku mengobok-obok sejumlah tempat penyimpanan, termasuk topeng telek,
topeng jauk dan topeng paksi. Sumber menduga kuat pelaku masuk ke dalam pura
melalui ventilasi kaca yang dipecahkan, kemudian mengacak-acak isi di dalam.
"Diduga
kuat pelaku hanya mencari uang sesari atau barang berharga lain di area pura.
Sebab, saat dicek tidak ditemukan ada barang yang hilang. Pratima barong dan
rangda masih ada di tempatnya,” ungkap sumber.
Hingga
berita ini diturunkan, aparat kepolisian sudah mendatangi lokasi dan melakukan
olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan korban.
Sumber
kembali menjelaskan, meski kejadian tersebut telah ditangani secara awal,
laporan resmi belum diajukan ke kepolisian. Dikatakan, korban telah
berkoordinasi dengan prajuru desa adat dan memilih tidak melapor karena tidak
ada kerugian material. “Kejadian ini belum dilaporkan secara resmi ke polisi, desa
adat sudah melakukan upacara pembersihan,” imbuhnya.
Kendati
tidak menimbulkan kerugian materiil, kerusakan pada ruang sakral dan
perlengkapan upacara tetap menjadi perhatian serius. Warga adat menilai dampak
yang ditimbulkan tidak semata-mata bersifat fisik, tetapi juga menyangkut
kesucian pura.
Terkait
hal ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan
walau tidak dilaporkan, namun pihak kepolisian Polsek Denpasar Selatan tetap
menyelidiki peristiwa tersebut. "Pelaku masih dalam penyelidikan,"
tandasnya.
(hes/kturnip)