Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Dua Kelompok Pemuda Asal Sumba Bikin Rusuh di Pemogan

Oleh Kander Turnip • 27 April 2026 • 19:31:00 WITA

Dua Kelompok Pemuda Asal Sumba Bikin Rusuh di Pemogan
Dua kelompok pemuda asal Sumba, NTT, bikin rusuh di Jalan Tunjung Biru Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Minggu (26/4/2026). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Puluhan pemuda pendatang menyerang kamar kos-kosan di Jalan Tunjung Biru Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 01.00 Wita. Mereka datang membawa parang dan melakukan pelemparan batu ke rumah warga. Selain merusak rumah warga, dilaporkan 1 unit mobil Innova nopol DK 1302 ADF mengalami kaca pecah pada bagian belakang.

Keributan dua kelompok pemuda ini dipicu masalah mabuk-mabukan hingga terjadi salah paham dan ketersinggungan. Salah seorang pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian yakni pemuda berinisial GAS (22). Mahasiswa asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Denpasar Selatan.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, kejadian bermula GAS awalnya datang ke kamar kos temannya berinisial KAK (21). Kebetulan, saksi KAK asal Sumba Barat Daya, NTT, sedang mengerjakan tugas bersama teman-temannya, E dan G.

Saat mengerjakan tugas, KAK mengajak GAS menenggak minuman beralkohol. Tak lama, KAK mengajak rekan mereka kakak beradik yang ada di kamar kos nomor 10, yakni AN dan IN ikut bergabung ke kamar nomor 7 (TKP). "Mereka menenggak minuman keras di kamar kos sambil mengerjalan tugas kuliah," ungkap Iptu Azel.

Beberapa saat, AN menerima panggilan telepon dari seseorang dan berbicara dengan nada keras. Suara keras tersebut membuat tetangga kos merasa terganggu. Tapi, AN malah tersinggung setelah ditegur tetangga. "Tidak terima ditegur, AN emosi dan hendak memukul tetangga kos yang menegur tersebut, dan tidak sengaja menyenggol gelas minum dan pecah," ujarnya.

Merasa khawatir, GAS dan KAK melerai AN cekcok dengan tetangga. Situasi makin ruwet setelah saksi IN tanpa sengaja menginjak pecahan gelas kaca yang pecah tadi.

Kaki IN terluka dan berdarah. Ia lantas menanyakan siapa yang memecahkan gelas tersebut. Secara spontan, GAS menjawab dirinyalah yang memecahkan gelas tersebut. Sehingga, terjadi ketegangan antara GAS dan IN. "Lantas, GAS memaki-maki IN hingga membuat kakaknya AN tidak terima. AN lantas memukul GAS," ujar Iptu Azel.

Pertengkaran yang dipicu alkohol tersebut berubah menjadi cekcok besar. Melihat itu, saksi KAK melerai dengan menarik GAS dari kos dan menyuruhnya pulang. Saksi mengantarnya sampai depan gang. Namun, sekitar satu jam kemudian, GAS datang lagi ke kos tersebut membawa 20 orang temannya. Ia diduga tidak terima dipukul dan berniat membalas dendam.

"Dari keterangan para saksi, GAS datang bersama sekitar 15 sampai 20 orang temannya ke lokasi untuk mencari AN dan IN. Setiba di lokasi, terjadi aksi saling lempar batu dan keributan pun pecah," ujar Iptu Azel.

Sementara itu, salah satu penghuni berinisial MT (24) yang mendengar keributan tersebut keluar kamar dan mencoba memindahkan sepeda motor. Tapi, salah seorang pelaku datang sambil mengancam para penghuni kos dengan mengatakan “Cari orang kamar nomor 10 kalo tidak besok pagi kami datang dan akan mengeluarkan seluruh penghuni kos”.

Sekitar pukul 03.00 Wita, para penyerang bubar, setelah Kepala Dusun dan pacalang tiba di lokasi. Begitu pula dengan aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan juga datang dan melakukan penyelidikan.

Dalam aksi penyerangan tersebut, sebuah mobil Toyota Innova nopol DK 1302 ADF yang terparkir di lokasi mengalami kerusakan, kaca belakang pecah. Pemilik mobil Chevy Agung Martadewa mengaku kendaraan tersebut merupakan mobil rental yang disewanya.

"Pemilik mengaku tidak mengenal pihak yang terlibat bentrok hingga menyebabkan kaca belakang mobilnya pecah. Korban mengalami kerugian material ditaksir sejumlah Rp1,5 juta," beber Iptu Azel.

Sementara dari kejadian itu, saksi KAK mengalami luka lecet pada bagian perut akibat terkena lemparan batu. Sedangkan Polisi telah mengamankan GAS untuk dimintai keterangannya. "Andrean Solo sudah diamankan dan masih diperiksa di Polsek Denpasar Selatan. Pelaku 20 orang lainnya masih diselidiki," tandasnya.

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip