Podiumnews.com / Kolom / Jeda

Iklan Sepatu

Oleh Nyoman Sukadana • 29 April 2026 • 02:45:00 WITA

Iklan Sepatu
Menot Sukadana (dok/pribadi)

NAMANYA Kadek Putra. Panggilannya: Dek Janda. Nama aslinya keren. Penampilannya? Biasa saja.

Badannya sedang. Pakai kacamata. Seleranya humornya garing. Senangnya naik motor tua. Itu saja.

Kami kawan lama. Dulu satu kantor. Di sebuah koran harian di Ubung Kaja. Dulu masa jayanya. Distribusinya sampai ke NTT.

Sepuluh tahun di sana, ia jenuh. Lalu resign. Ia ingin merdeka. Jadi bos untuk dirinya sendiri. Ia bikin media daring.

Sebelum berhenti, ia tanya saya. Saya tahu, ia sebenarnya sudah punya keputusan. Ia hanya butuh penguatan. Begitulah kawan satu ini.

Subuh itu, ponsel saya berbunyi. Ada pesan WA.

"Sudah tidur, Bro?" tanyanya.

Ia tahu kebiasaan saya. Saya ini penganut aliran begadang. Dini hari adalah waktu saya melek bekerja di depan komputer.

Ia mengirim naskah opini. Judulnya panjang sekali. Soal KB di Bali. Intinya: Nyoman dan Ketut terancam punah. Tragis.

"Tolong periksa, Bro," pintanya.

Saya baca. Cepat. Hanya tiga menit.

Hasilnya?

Bumbunya sudah base genep. Lengkap. Tidak hanya bicara teori. Ada data ekonomi. Ada analisis budaya. Ada kritik kebijakan. Ada solusinya.

Tapi ia ragu. Ia kurang percaya diri. Padahal itu medianya sendiri. Aneh, tapi nyata.

Saya langsung teringat iklan sepatu. Merknya Nike. Slogannya pendek: Just Do It.

Lakukan saja.

Saya bilang padanya: menulis itu soal keberanian. Kalau tidak berani mulai, kapan bisanya?

Menulis itu seperti otot. Harus dilatih. Terus-menerus. Setiap hari. Makin sering dilatih, makin kuat. Makin mahir.

Banyak orang gagal menulis karena satu hal: ingin langsung sempurna.

Itu mustahil.

Mereka takut terlihat bodoh. Takut dikritik. Padahal kritik itu suplemen. Jamu. Pahit, tapi bikin sehat.

Musuh terbesar penulis bukan pembaca. Bukan editor. Tapi diri sendiri.

Penulis hebat tidak lahir dalam semalam. Butuh waktu bertahun-tahun. Sampai ia menemukan gaya sendiri. Sampai ia punya "sidik jari" dalam setiap kalimatnya.

Saran saya pada Dek Janda sederhana: jangan banyak mikir. Tayangkan saja.

Seperti iklan sepatu itu.

Pakai sepatunya. Ikat talinya. Lalu lari.

Jangan takut jatuh. Kalau jatuh, bangun lagi. Lari lagi.

Begitulah cara kita sampai ke garis finis. (*)


Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.