Belasan WNA Ribut di Kafe di Tibubeneng, Ratusan Gelas Pecah
BADUNG, PODIUMNEWS.com – Jagat maya dihebohkan beberapa warga negara asing (WNA) terlibat perkelahian di Bar Jade by Todd English di kawasan Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, Jumat (22/5/2026) dini hari lalu. Belasan WNA yang berbadan besar dan kekar saling pukul bahkan saling lempar gelas dan botol di tempat hiburan malam tersebut.
Sejumlah pengunjung terpaksa angkat kaki dari tempat hiburan tersebut karena takut terkena sasaran lemparan botol. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait guna mendalami kronologis bentrokan.
Kericuhan ini sempat menjadi atensi Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba bersama anggota Satreskrim. Bahkan, Kapolres turun langsung ke lokasi hiburan Jade by Todd English di Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
Menurut PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, keributan di Bar tersebut pecah sekitar pukul 01.40 Wita. Sebelumnya, tempat hiburan tersebut dipadati ratusan pengunjung WNA yang sedang mabuk-mabukan. "Polisi menduga keributan dipicu cekcok antar pengunjung yang sama-sama merupakan warga negara asing," ujarnya.
Diungkapkannya, keributan diawali cekcok antar kelompok WNA di atas meja L302 dengan kelompok WNA di meja L303. Diketahui, WNA di meja L302 berjumlah sekitar tujuh orang dan datang melalui reservasi promotor acara. Sedangkan di meja L303 berjumlah sekitar lima orang. Lima orang itu datang sebagai pengunjung umum.
Situasi memanas ketika 3 pengunjung asing berbadan kekar dari meja D11 mendekati lokasi keributan. Melihat itu, petugas keamanan sempat melerai pertikaian. Namun bentrokan akhirnya pecah. Salah satu pengunjung melempar gelas kaca yang mengenai pelipis pengunjung lain.
Merasa dilempar gelas, tamu dari meja D11 mendekat ke arah meja L302 untuk melakukan balasan. Sehingga terjadi perkelahian susulan. Aksi perkelahian ini direkam para pengunjung dan diviralkan di media sosial.
Aiptu Ayu Inastuti mengatakan, dari kejadian itu ada beberapa warga negara asing yang mengalami luka-luka. Bahkan, keributan tersebut menyebabkan kerusakan besar di dalam bar. Sedikitnya 89 gelas pendek, 68 sloki, 20 gelas highball panjang, lima gelas highball pendek dan 15 carafe besar pecah dalam peristiwa itu.
Dijelaskannya, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari petugas keamanan, manajemen perusahaan, hingga pegawai bar. "Rekaman CCTV di lokasi juga telah diamankan untuk mendalami kronologi bentrokan," terangnya.
Aiptu Ayu Inastuti mengatakan, dugaan sementara keributan dipicu kesalahpahaman antar pengunjung yang berada di bawah pengaruh alkohol. Sejauh ini pihak kepolisian masih menyelidiki dan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.
(hes/kturnip)