Viral! Pengendara Motor Trail Pukuli Pengemudi Holden di Sanur
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Jagat maya digegerkan insiden penganiayaan yang dilakukan pengendara motor terhadap pengemudi mobil. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar Selatan, tepatnya di ruas jalan sebelah utara McDonald's Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (30/5/2026) malam.
Dalam video yang beredar luas di sejumlah platform media sosial, tampak seorang pengendara motor trail mengenakan kaus hitam, celana panjang cokelat, dan helm terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Holden berwarna biru yang berhenti di badan jalan.
Pengendara motor itu kemudian memukul pengemudi mobil berkali-kali. Namun pengemudi mobil tidak melakukan perlawanan. Aksi penganiayaan itu menjadi tontotan pengguna jalan yang melintas di lokasi.
Bahkan, ada beberapa pengendara motor yang melintas kemudian turun tangan melerai kedua belah pihak. Setelah situasi berhasil diredam, pengemudi mobil Holden lebih dahulu meninggalkan lokasi kejadian. Kemudian, pengendara motor trail juga pergi dari lokasi.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, mengatakan, pihaknya telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait video viral tersebut. Dari hasil penjajakan, kasus penganiayaan itu terjadi di Jalan Danau Buyan, Sanur, Sabtu (30/5/2026).
"Jadi dari hasil monitoring kami, keributan diduga dipicu pengemudi mobil hampir menabrak pengendara motor trail," ungkap AKP Agus Adi Apriyoga, Senin (1/6/2026).
Sementara dari penuturan saksi Kadek Merta, keributan terjadi di ruas jalan sebelah utara restoran tersebut. Juru parkir di McDonald's Sanur itu mengaku sempat mendengar suara ribut-ribut saat sedang bekerja. Setelah itu, ia melihat ada cekcok mulut antara pengemudi mobil Holden dan pengendara motor trail.
Hanya saja, saksi mengaku tidak mengetahui pasti apakah terjadi pemukulan karena jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian. Sejauh ini, pihak kepolisian masih menelusuri identitas kedua belah pihak yang berseteru tersebut.
"Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan. Identitas kedua pihak yang terlibat juga masih dalam proses penelusuran," ujar AKP Agus Adi.
(hes/kturnip)