Penyekapan Pria Sumba di Kedonganan, Ibu Korban Sudah Curiga
BADUNG, PODIUMNEWS.com – Ada hal yang menarik di balik kasus penyekapan yang dialami oleh YKB (24) di sebuah hotel di Kedonganan, Kuta, Badung, Bali. Dari keterangan orang tua korban yakni Adriana Miku Ate (44) mengaku sempat curiga setelah anaknya menelepon minta ditransferkan uang Rp4 juta untuk dibelikan seragam kerja.
Seakan tidak percaya, Adriana tetap mengirimkan uang tersebut, dengan harapan anaknya bisa bekerja di Bali. Tapi harapan itu sirna, seiring anaknya diketahui menjadi korban penipuan dan penyekapan pelaku terorganisir dengan modus mencari lowongan pekerjaan.
Peristiwa penyekapan ini telah dilaporkan ke Polsek Kuta, pada 9 Mei 2026 malam. Saat ini, korban asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang menjalani pemeriksaan guna mengejar para pelakunya. Selain itu, korban juga sudah menjalani visum et revertum terkait luka-luka yang dialaminya.
Kasus dugaan penipuan dan penyekapan ini menghebohkan masyarakat Bali. Korban mengaku disekap oleh sekelompok orang tak dikenal di dalam kamar 310 sebuah hotel di Kedonganan, Kuta, dan dimintai uang tebusan Rp100 juta.
Tidak hanya itu, para pelaku yang berjumlah 5 orang tersebut terdiri dari 2 wanita dan 3 laki-laki menganiaya korban. Serta merta mengambil HP korban dan digunakan untuk memeras keluarganya.
Menurut pengakuan ibu korban, Adriana Miku Ate, awalnya sudah curiga setelah anaknya diminta mentransfer uang Rp4 juta untuk biaya seragam kerja. Meski sempat merasa aneh, Adriana akhirnya mengirim uang tersebut.
Pasalnya, para pelaku terus meyakinkan keluarga dengan janji pekerjaan dan kerap membawa-bawa nama Tuhan dalam setiap pembicaraan. "Dari awal mereka selalu membawa-bawa nama Tuhan. Saya sama sekali tidak berpikir mereka orang jahat," ujarnya kepada awak media, Selasa (9/6/2026).
Kecurigaan Adriana semakin kuat, ketika pada 8 Mei 2026, ia menerima pesan yang mengatasnamakan korban dan mengaku telah mencuri uang milik atasan, melakukan pelecehan seksual, serta menabrak mobil BMW milik para pelaku. Ia merasa anaknya sudah dalam bahaya. "Saya sudah merasa anak saya dalam keadaan berbahaya karena setahu saya dia (korban) tidak pernah melakukan kejahatan," imbuhnya.
Bahkan, kata Adriana, malam itu keluarga terus menerima telepon dari para pelaku yang meminta uang tebusan hingga Rp100 juta. Namun karena tidak punya uang sebanyak itu, pihak keluarga terus berdalih akan mengirimkan uang nantinya.
Kabar baik pun muncul di tengah kepanikan pihak keluarga. Sekitar pukul 06.00 Wita pada Sabtu 9 Mei 2026, anaknya YKB menghubunginya dan mengatakan dirinya sudah berhasil lolos dari penyekapan para pelaku di kamar hotel.
"Pagi-pagi anak saya menelepon dan mengabari bahwa dia selamat. Saat mendengar suara anak saya, kami semua menangis dan mengucap syukur karena dia masih hidup," ungkapnya.
Adriana meminta pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan tersebut sehingga para pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kami berharap pihak kepolisian bisa menangkap para pelaku. Supaya kasus ini tidak ada korban lagi dan mereka bisa bertanggungjawab atas perbuatannya," tegasnya.
(hes/kturnip)