Podiumnews.com / Aktual / Hukum

19 Orang Bermotor Serang dan Rusak Mess di Panjer, Empat Luka-luka

Oleh Kander Turnip • 23 Oktober 2026 • 18:47:00 WITA

19 Orang Bermotor Serang dan Rusak Mess di Panjer, Empat Luka-luka
Ilustrasi sekelompok orang mengendarai sepeda motor melakukan penyerangan dan perusakan. (foto/web)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Sekelompok orang mengendarai sepeda motor menyerang dan merusak mess Eks Sentral Cargo di Jalan Tukad Badung, Panjer, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026) pagi. Para pelaku diduga berjumlah 19 ini membawa tongkat bisbol, kayu balok, besi panjang lalu memukuli para korban dan langsung kabur. 

Aksi brutal para pelaku ini menyebabkan para pemuda yang mayoritas berasal dari Papua ini mengalami cedera di bagian pungung, kepala, tangan hingga 1 gigi patah. Hingga berita ini diturunkan, puluhan pelaku belum ada yang tertangkap. 

Tercatat, ada 4 orang yang mengalami luka-luka dan kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. Mereka masing-masing Michael Harbianto Diasz (27) asal Desa Wahno Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua. 

Kedua, Marchel Ray Diasz (22) asal Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Ketiga, Marfin John Diasz (23) asal Desa Wahno Kecamatan Abepura Kota Jayapura, Papua. Kedua korban tinggal di Perumahan Rage Bali Resident Jalan Tukad Badung, Panjer, Denpasar Selatan. 

Terakhir, Demilton Syatauw (20) mahasiswa asal Desa Aisyo Kecamatan Aifat Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, alamat tinggal Jalan Pakisaji Gang Buaji Saren, Denpasar Timur. 

Sumber di lapangan menyebutkan, tindakan brutal yang dilakukan para pelaku berlangsung pada subuh sekitar pukul 06.00 Wita. Keempat korban yang sedang berada di mess sedang tertidur. 

Beberapa saat kemudian, di luar mess terdengar suara hiruk pikuk kendaraan bermotor masuk ke dalam lokasi. Pelaku diduga berjumlah 19 orang terlihat membawa tongkat bisbol, kayu balok, besi panjang. Mereka melakukan penyerangan secara membabi-buta. 

"Para pelaku menyerang secara membabi buta orang-orang yang ada di dalam mess. Ada yang membawa tongkat bisbol, kayu balok dan besi panjang," ujar sumber, Kamis (22/10/2026). 

Para korban mengaku tidak ada yang mengenal para pelaku. Mereka tidak sempat melihat satu per satu wajah pelaku karena yang datangnya jumlahnya sangat banyak dan beringas mengamuk. Bahkan, para pelaku satu per satu memukuli korban dengan alat yang mereka bawa. 

Setelah melakukan penganiayaan terhadap para korban, puluhan pelaku yang diduga terorganisir ini langsung membubarkan diri. Namun sebelum kabur, mereka sempat melempari lokasi dengan batu sehingga menyebabkan beberapa barang perkantoran dan bangunan rusak parah. 

Dilaporkan, dalam aksi penyerangan tersebut 4 korban mengalami luka-luka. Marchel Ray Diasz yang merupakan adik pelapor Michael Harbianto Diasz mengalami luka memar pada bagian punggung. Sedangkan Marfin John Diasz mengalami luka memar pada bagian kepala, punggung dan rusuk. 

Kondisi yang paling parah dialami Demilton Syatauw yang mengalami luka bengkak pada bagian pipi kiri, 1 buah gigi bagian atas patah, bengkak pada bagian lengan kanan dan kiri, bengkak pada bahu kiri, bengkak pada punggung kanan sebelah kiri. 

Tidak hanya menganiaya, para pelaku juga melakukan perusakan pada dua pintu, dan kerusakan pada mess bangunan yang mengalami kerugian Rp3 juta. 

Aksi penyerangan mess Papua ini diakui Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi. Namun ia engan menjelaskan seperti apa kronologis kejadian, termasuk siapa saja para pelakunya. "Ya, sabar ya, masih dilakukan pemeriksaan," ungkap Iptu Azel saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/10/2026).

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip