Podiumnews.com / Kolom / Jeda

Pantang Ditegur

Oleh Menot Sukadana • 04 November 2026 • 16:12:00 WITA

Pantang Ditegur
Menot Sukadana (Dok/Podiumnews)

PERERENAN sekarang punya satgas yang khusus mengurus knalpot brong. Anggotanya, setidaknya yang satu ini, baru berumur 22 tahun.

Senin malam, dua hari lalu, sekitar pukul tujuh, ia menegur pengendara motor berknalpot brong di jalan pintas Pantai Lima. Yang ditegur umurnya 27 tahun, lima tahun lebih tua, dan ia tidak terima.

Jadilah mereka adu mulut di pinggir jalan. Warga datang menonton, ada yang merekam, dan videonya sampai ke media sosial. Polisi dari Polsek Mengwi datang melerai, lalu mengajak keduanya ke kantor desa. Di sana urusan selesai secara kekeluargaan, tanpa laporan resmi.

Keterangan polisi menyebut ini kesalahpahaman antarwarga lokal.

Papan larangan knalpot brong baru dipasang sekitar dua pekan sebelumnya, di bagian selatan desa, tempat banyak vila dan penginapan. Perbekel I Nyoman Sumartana bilang yang mengeluh warga, tamu juga. Imbauannya ditulis dalam tiga bahasa, dan mungkin sudah dibaca banyak tamu. Yang sampai ribut, sejauh yang diberitakan, justru orang sini.

Menegur turis memang gampang. Bule tak pakai helm direkam, diunggah, lalu dinasihati ramai-ramai di kolom komentar. Perempuan Rusia yang berfoto telanjang di pohon kayu putih tua di areal Pura Babakan, Tabanan, tahun 2022 malah sampai dideportasi bersama suaminya setelah gubernur ikut turun tangan.

Turis, ditegur sekeras apa pun, suatu hari pulang ke negaranya. Ia bukan krama banjar kita.

Menegur sesama lain perkara. Di Dalung juga sering lewat anak muda dengan knalpot brong. Suaranya bikin jengkel, tapi saya memilih diam karena malas ribut. Paling-paling cuma menggerutu.

Kadang saya ingat lagi masa remaja sendiri, yang juga bandel. Mungkin dulu saya juga menjengkelkan.

Banyak orang lain diam dengan alasan yang lebih halus: sing enak. Yang ditegur besok masih ngayah di pura yang sama, dan kalau ada yang meninggal, kita masih akan saling datang.

Pemuda satgas itu tidak memilih jalan sing enak, dan dalam hal ini ia lebih berani daripada saya. Tapi ia juga tidak punya apa-apa selain mulutnya. Satgas tidak bisa menilang, tidak bisa menyita motor. Perbekel sendiri bilang penertiban di desanya bertahap, dimulai dari teguran, baru berkoordinasi dengan pihak terkait kalau pelanggaran terus berulang.

Teguran tanpa ancaman tilang hanya didengar kalau yang menegur disegani. Pemuda 22 tahun belum tentu disegani lelaki 27 tahun. Di Bali, lelaki yang lebih muda memanggil yang lebih tua bli. Seorang bli disuruh mengecilkan suara knalpot oleh yang mestinya memanggilnya bli, di pinggir jalan pula. Wajar kalau mukanya panas.

Ada pemakai knalpot brong yang bilang suara keras itu supaya pengendara lain waspada. Untuk itu pabrik sebenarnya sudah memasang klakson.

Keduanya sudah berdamai di kantor desa. Polisi bilang mediasi itu supaya warga dan satgas tetap akur. Apakah knalpot motor itu sudah diganti, beritanya tidak menyebut.

Kalau minggu depan motor yang sama lewat lagi di jalan pintas Pantai Lima, apakah pemuda itu akan menegur lagi, atau sudah ikut sing enak seperti kebanyakan kita?

Menot Sukadana

Menot Sukadana
Editor

Menot Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.