Lima Kali Beraksi di Sanur, Jambret Diciduk Polisi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kerap beraksi di wilayah Sanur, Denpasar, Bali, seorang jambret berinisial HGv alias Arap (22) diringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan bersama Tim Jatanras Polresta. Dalam aksinya pelaku mengaku telah beraksi di Sanur sebanyak 5 TKP.
Salah seorang korban merupakan perempuan warga negara Italia berinisial MR (50) yang mengalami luka-luka setelah terjatuh dari sepeda motor. Bahkan, dalam waktu dan hari yang sama, pelaku juga menyasar turis Swedia berinisial ALH. Kejadian ini viral di media sosial.
Menurut Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiartha, kejadian pertama sekitar pukul 11.20 Wita di Jalan Pungutan, Sanur. Terlihat korban ALH berjalan kaki dari tempatnya menginap di Villa The Janan menuju Bintang Sanur Jewelry Workshop untuk membuat cincin.
"Setelah menyelesaikan keperluannya sekitar pukul 11.14 Wita, wanita yang berprofesi sebagai perawat itu berjalan kembali menuju vila," ungkapnya.
Baru saja menempuh jarak sekitar 100 meter dari lokasi, seorang pria yang mengendarai sepeda motor mendekatinya dari arah belakang dan langsung menarik tas anyaman rotan berwarna cokelat yang dikenakannya.
"Akibat tarikan keras tersebut sampai membuat tali tas terputus," ujar Widiartha, dalam konferensi pers, Sabtu (7/11/2026).
Selanjutnya pelaku asal Cianjur, Bandung ini melarikan tas korban yang berisi dompet dengan dua kartu kredit dari bank Australia dan Swedia, satu unit telepon genggam Samsung S25 Ultra warna pink gold, serta SIM mobil asal Swedia.
AKBP Widarta mengatakan, dalam aksi kedua terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di Jalan Kesari II, Sanur. Korban adalah MR yang saat itu sedang mengendarai sepeda gayung dari arah utara. "Saat melintas di lokasi, pelaku tiba-tiba datang dari belakang menggunakan sepeda motor dan berusaha merampas tas milik korban," ucapnya.
Dari kejadian itu, korban MR berusaha mempertahankan barang bawaannya, namun ia kehilangan keseimbangan setelah tasnya ditarik dengan keras hingga terjatuh ke badan jalan. "Korban mengalami luka robek pada bagian kepala serta luka pada hidung dan lengan," sebutnya lagi.
Upaya pelaku kali ini tidak berhasil, karena tas korban masih dapat dipertahankan sehingga tidak sampai dibawa kabur. Peristiwa yang menimpa MR ini terekam jelas kamera CCTV hingga videoanya beredar dan viral di media sosial.
Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan bersama Jatanras Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan olah TKP hingga mengecek rekaman CCTV. Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, petugas mengidentifikasi seorang pria yang diduga menjadi pelaku.
"Dalam penyelidikan diperoleh informasi terduga pelaku di sekitar Jalan Akasia. Tanpa membuang waktu, petugas bergerak ke lokasi dan berhasil menangkap HGV alias Arap," terangnya.
Saat diperiksa polisi, pelaku mengakui telah melakukan aksi penjambretan di lima lokasi berbeda di kawasan Sanur. Selain Jalan Pungutan dan Jalan Kesari II, aksi serupa juga dilakukan di Jalan Bumi Ayu, Jalan Danau Tamblingan tepatnya di depan Hotel 101, serta perempatan Jalan Duyung dan Jalan Karang Sari, di depan bekas kantor Polisi Wisata Sanur. "Pelaku sudah beraksi di 5 TKP," ujarnya.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna krem dengan nomor polisi DK 6034 AY. Sasaran utamanya adalah wisatawan asing yang sedang berjalan kaki maupun bersepeda sambil membawa tas, baik yang diselempangkan di tubuh maupun diletakkan di keranjang sepeda.
"Modus pelaku terlebih dahulu berkeliling mencari korban yang dianggap mudah menjadi sasaran. Setelah menemukan target, dia mendekati dan memepet korban menggunakan sepeda motor, kemudian menarik tas secara paksa. Begitu berhasil mendapatkan barang incarannya, pelaku langsung melarikan diri untuk menghindari kejaran," ujarnya.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit Samsung S25 Ultra warna pink gold, dua kartu SIM luar negeri milik korban, dua lembar uang Thailand masing-masing pecahan 20 baht, serta satu unit Honda Scoopy warna krem bernomor polisi DK 6034 AY yang diduga digunakan untuk menjalankan aksinya.
"Petugas juga menyita satu jaket warna hitam, satu helm hitam, dan satu celana panjang yang diduga berkaitan dengan aksi penjambretan tersebut," tandasnya.
(hes/kturnip)