Search

Home / Kesra

Bhabinkamtibmas Ditugaskan Beri Imbauan Obat Sirup Berbahaya

Editor   |    21 Oktober 2022    |   18:32:00 WITA

Bhabinkamtibmas Ditugaskan Beri Imbauan Obat Sirup Berbahaya
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu (foto/hes)

DENPASAR, PODIIUMNEWS.com - Meningkatnya kasus gangguan ginjal akut anak-anak sudah terjadi dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 35 kasus pada Agustus 2022. Kemudian, melonjak menjadi 71 kasus di bulan September 2022.

Penyebab pasti kasus gangguan ginjal akut ini masih belum diketahui. Namun dugaan awal, kasus ini dipicu oleh konsumsi obat sirup yang mengandung Dietilen Glikol (DG) dan Etilen Glikol (EG).

Diketahui, Etilen Glikol adalah senyawa organik tak berwarna maupun berbau, dan berkonsistensi kental seperti sirup pada suhu kamar. Senyawa ini memiliki rasa yang manis dan kerap digunakan untuk tambahan serat pada polyester, minyak rem, kosmetik, dan pelumas.

Sampai pada 18 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut, dan sebanyak 99 anak meninggal dunia diduga akibat menggunakan obat sirup.

Selain itu, BPOM juga telah menarik 5 merek paracetamol sirup dari peredaran. Yaitu, Termorex Sirup (demam), Flurin DMP Sirup (batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (demam) dan Unibebi Demam Drops (demam).

Menyikapi hal tersebut, Polda Bali melalui Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu mengintruksikan ke seluruh Kasi Humas jajaran wilayah hukum Polda Bali untuk memberikan imbauan dan informasi yang mudah dipahami masyarakat terkait penggunaan obat sirup mengandung zat berbahaya untuk anak-anak.

Kombes Satake juga menyebutkan informasi ini juga disampaikan ke petugas Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa-desa.

Keterlibatan petugas bhabinkamtibmas sangat diperlukan karena sering berintraksi dengan masyarakat. Bhabibkamtibmas diharapkan memberikan imbauan kepada seluruh apotek, klinik, rumah sakit dan praktik mandiri nakes untuk tidak menjual maupun menggunakan obat yang dimaksud.

Perwira melati tiga di pundak ini juga mengimbau kepada masyarakat Bali untuk tidak membeli atau mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh IDAI. Sebagai upaya preventif, Polda Bali akan mengawasi penjualan obat yang ada di apotik maupun toko obat dan rumah sakit anak di Bali.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat Bali yang memiliki anak-anak, agar tidak mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh IDAI. Kami jajaran Polda Bali akan mengawasi dan memantau penjualan obat pada apotik maupun toko obat di Bali,” ucapnya. (hes/sut)


Baca juga: NUSA DUA CIRCLE, Mega Proyek ‘Gagal’. Benarkah Perusahaan dan Orang-Orang yang Terlibat Didalamnya Juga Bermasalah? (BAG: 1)