Search

Home / Ekonomi

Pengambengan, Kawasan Industri Perikanan Terpadu

Editor   |    02 Juli 2022    |   18:21:00 WITA

Pengambengan, Kawasan Industri Perikanan Terpadu
BERLABUH- Ratusan perahu besar ini setiap hari berlabuh di PPN Pengambengan untuk membongkar ikan hasil tangkapan mereka. (Foto; Edy)

NEGARA, PODIUMNEWS.com - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang diresmikan 29 Desember 2007 oleh Presiden RI saat itu Susilo Bambang Yudhoyono, kini terus berkembang pesat.

Pelabuhan yang berlokasi 9 km dari kota Negara itu,  saat ini selain berfungsi sebagai satu-satunya tempat pelelangan dan pendaratan ikan terbesar di Bali, saat ini sudah  berkembang sebagai kawasan industri perikanan terpadu.

Konotasi pelabuhan Pengambengan yang dulu hanya sebagai aktivitas bongkar muat ikan, kini sudah berubah. Pengambengan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari hasil laut, kini berubah sudah menjadi kawasan industri yang sangat sibuk.

Puluhan pabrik pengolahan ikan (ikan kaleng) berdiri kokoh di sepanjang pantai, mulai Pantai Cupel sampai Pengambengan membentang sepanjang 4 km sampai pantai muara ujung sebelah timur. Selain itu  juga berdiri sejumlah pabrik es batu dan pabrik tepung ikan. Bahkan terakhir sudah ada gudang pendingin (cool storage) sehingga ikan tangkapan nelayan tetap terjamin mutunya.

Saat ini juga sudah ada sekolah Poltek Kelautan dan Perikanan  yang lokasinya menyatu dengan pelabuhan.

Sekolah yang dikelola Kementerian Kelautan melalui Badang Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan ini akan mampu menyiapkan SDM perikanan handal mulai hulu hingga hilir.

Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pelabuhan terutama hasil tangkapan, pihak PPN melalui Direktorat Jendral Perikanan, terus melakukan upaya pembenahan. Seperti disebutkan dalam situs PPN, sejak tahun 2019 sudah dioperasikan TPI (tempat pelelangan ikan) higienis.

Langkah awal ini, menurut situs tersebut, disambut baik oleh para nelayan kecil Pengambengan dan sekitarnya. Operasional TPI higienis PPN Pengambengan, bertujuan agar pasokan produksi perikanan tetap terjaga kualitasnya.

TPI higienis ini juga menghapus kesan TPI yang kotor dan sanitasi yang kurang layak. Apabila produksi perikanan terjamin mutunya, maka harga yang diperoleh juga berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan.

TPI higienis ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, untuk mendukung denyut perikanan di Pengambengan. Dengan demikian citra pelabuhan perikanan yang kumuh dan kotor dapat dihilangkan, sehingga ikan harus dikelola dan ditangani dengan baik dan tidak dibiarkan begitu saja.

Secara terpisah Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengakui, PPN Pengambengan merupakan potensi daerah yang harus terus dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan kontribusi daerah. "Setidaknya ada potensi yang bisa kita garap sebagai sumber pendapatan seperti retribusi penimbangan pada proses penimbangan di TPI," katanya saat sosialisasi pendapatan beberapa waktu lalu. (Edy)


Baca juga: DTW Jatiluwih-Tabanan Promosikan Wisata Panen Raya Lewat Duta Hijau